Rhoma Irama Manggung, Bupati Bogor: Sudah Saya Serahkan pada Polisi
Minggu, 05 Juli 2020 - 14:25 WIB
loading...
A
A
A
Tak hanya pihaknya juga mengaku tak tahu menahu tentang sosok Abah Surya Atmadja itu sebagai tokoh masyarakat setempat.
"Saya juga tidak tahu ukuran tokoh masyarakat yang menilai ya, jadi saya juga enggak tahu apakah dia ketua organisasi di Jawa Barat. Beliau sih merasa salah setelah melanggar aturan hukum, tak hanya PSBB, tapi kan hukum karena berkerumun dengan mengadakan acara besar dan itu harus ada izin jadi beliau juga menyatakan tidak ada izin dan merasa bersalah," katanya.
Saat ditanya, kenapa setelah kejadian, baru Pemkab Bogor dalam hal ini Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bogor bereaksi, padahal bisa dilakukan upaya preventif bahkan represif berupa penyegelan hingga pembubaran. (Baca juga: Ratusan Penonton Rhoma Irama Manggung di Bogor Akan Dites Covid-19 )
"Jadi (sebelumnya) pada saat itu kita sudah kirim surat langsung (ke penyelenggara). Kami anggap ketika mereka terima dan gugus tugas sudah ke sana untuk membatalkan acara hiburan dan sudah oke, jadi kita percaya mereka akan mematuhi aturan lalu ada berita bahwa konser juga sudah dibatalkan. Nah kita sudah percaya aturan tidak di langgar tetapi kenyataannya pada hari H ternyata terjadi, itu di luar kewenangan kami karena memang jaraknya cukup jauh dari sini," katanya.
Sementara itu, Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah memintai keterangan penyelenggara hiburan musik dangdut itu.
"Jadi pak Surya Atmaja ini kemarin sudah kita panggil atas nama Gugus Tugas, kami hadir juga di situ. Dan terhadap yang bersangkutan juga sudah kita minta keterangan namun memang masih harus kita dalami lagi terkait dengan keterangan dari penyelenggara lain karena yang bersangkutan kondisinya kurang sehat sehingga kita masih menghormati abah Surya," kata AKBP Roland.
"Saya juga tidak tahu ukuran tokoh masyarakat yang menilai ya, jadi saya juga enggak tahu apakah dia ketua organisasi di Jawa Barat. Beliau sih merasa salah setelah melanggar aturan hukum, tak hanya PSBB, tapi kan hukum karena berkerumun dengan mengadakan acara besar dan itu harus ada izin jadi beliau juga menyatakan tidak ada izin dan merasa bersalah," katanya.
Saat ditanya, kenapa setelah kejadian, baru Pemkab Bogor dalam hal ini Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bogor bereaksi, padahal bisa dilakukan upaya preventif bahkan represif berupa penyegelan hingga pembubaran. (Baca juga: Ratusan Penonton Rhoma Irama Manggung di Bogor Akan Dites Covid-19 )
"Jadi (sebelumnya) pada saat itu kita sudah kirim surat langsung (ke penyelenggara). Kami anggap ketika mereka terima dan gugus tugas sudah ke sana untuk membatalkan acara hiburan dan sudah oke, jadi kita percaya mereka akan mematuhi aturan lalu ada berita bahwa konser juga sudah dibatalkan. Nah kita sudah percaya aturan tidak di langgar tetapi kenyataannya pada hari H ternyata terjadi, itu di luar kewenangan kami karena memang jaraknya cukup jauh dari sini," katanya.
Sementara itu, Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah memintai keterangan penyelenggara hiburan musik dangdut itu.
"Jadi pak Surya Atmaja ini kemarin sudah kita panggil atas nama Gugus Tugas, kami hadir juga di situ. Dan terhadap yang bersangkutan juga sudah kita minta keterangan namun memang masih harus kita dalami lagi terkait dengan keterangan dari penyelenggara lain karena yang bersangkutan kondisinya kurang sehat sehingga kita masih menghormati abah Surya," kata AKBP Roland.
Lihat Juga :