Setahun Merger, Pelindo Klaim Hemat hingga Rp500 Miliar
Senin, 10 Oktober 2022 - 11:02 WIB
loading...
Merger BUMN Pelindo pada 1 Oktober 2021 diklaim mampu memberikan penghematan bagi perusahaan hingga mencapai Rp500 miliar
A
A
A
SURABAYA - Merger BUMN Pelindo pada 1 Oktober 2021 diklaim mampu memberikan penghematan bagi perusahaan. Salah satu penghematan didapat dari optimalisasi aset yang dilakukan oleh subholding PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP). Selama setahun, penghematan dari optimalisasi aset disebut sedikitnya mencapai Rp500 miliar.
Menurut Corporate Secretary SPTP Widyawendra, nilai penghematan tersebut didapat dari sejumlah relokasi peralatan yang dilakukan oleh perseroan. Relokasi peralatan pendukung kepelabuhanan dilakukan oleh SPTP untuk memenuhi kebutuhan minimal peralatan di terminal peti kemas yang membutuhkan.
Hingga September 2022, sedikitnya SPTP telah merelokasi 3 unit alat angkat peti kemas di atas dermaga (quay container crane/QCC), 4 unit alat angkat peti kemas di lapangan penumpukan (rubber tyred gantry/RTG).
Baca juga: Imbas Ricuh, Konser Musik Jatim Fair 2022 di Grand City Dihentikan
“Optimalisasi aset ini dilakukan untuk mendukung standardisasi terminal peti kemas dengan cara memenuhi kebutuhan minimum peralatan, ketimbang jika harus melakukan pembelian baru melalui pengadaan yang membutuhkan biaya besar dan waktu yang tidak sedikit,” kata Widyaswendra, Minggu (9/10/2022).
Menurut Corporate Secretary SPTP Widyawendra, nilai penghematan tersebut didapat dari sejumlah relokasi peralatan yang dilakukan oleh perseroan. Relokasi peralatan pendukung kepelabuhanan dilakukan oleh SPTP untuk memenuhi kebutuhan minimal peralatan di terminal peti kemas yang membutuhkan.
Hingga September 2022, sedikitnya SPTP telah merelokasi 3 unit alat angkat peti kemas di atas dermaga (quay container crane/QCC), 4 unit alat angkat peti kemas di lapangan penumpukan (rubber tyred gantry/RTG).
Baca juga: Imbas Ricuh, Konser Musik Jatim Fair 2022 di Grand City Dihentikan
“Optimalisasi aset ini dilakukan untuk mendukung standardisasi terminal peti kemas dengan cara memenuhi kebutuhan minimum peralatan, ketimbang jika harus melakukan pembelian baru melalui pengadaan yang membutuhkan biaya besar dan waktu yang tidak sedikit,” kata Widyaswendra, Minggu (9/10/2022).
Lihat Juga :