Kapal Ferry Banyak Kosong saat Mudik, Gapasdap Soroti Kebijakan SKB
Rabu, 04 Maret 2026 - 13:03 WIB
loading...
Ketua Umum Gapasdap Khoiri Soetomo menjelaskan bahwa dalam praktik operasional sering terjadi kondisi di mana kapal ferry tidak dapat beroperasi secara optimal saat mudik Lebaran. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Dewan Pimpinan Pusat Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) mendukung langkah pemerintah menjaga kelancaran, keamanan, dan keselamatan transportasi angkutan mudik Lebaran. Namun hasil evaluasi di lapangan, industri penyeberangan menghadapi tantangan yang cukup berat selama pemberlakuan kebijakan pengaturan arus mudik melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) lintas instansi.
Ketua Umum Gapasdap Khoiri Soetomo menjelaskan bahwa dalam praktik operasional sering terjadi kondisi di mana kapal ferry tidak dapat beroperasi secara optimal.
Baca juga: Gapasdap: Kemacetan di Merak–Bakauheni saat Nataru Akibat Keterbatasan Dermaga
“Pada lintasan strategis seperti Merak–Bakauheni maupun Ketapang–Gilimanuk, jumlah kapal sebenarnya sudah mencukupi bahkan cenderung berlebih. Persoalan yang terjadi lebih disebabkan oleh keterbatasan kapasitas dermaga sehingga banyak kapal tidak dapat beroperasi secara optimal,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).
Ketua Umum Gapasdap Khoiri Soetomo menjelaskan bahwa dalam praktik operasional sering terjadi kondisi di mana kapal ferry tidak dapat beroperasi secara optimal.
Baca juga: Gapasdap: Kemacetan di Merak–Bakauheni saat Nataru Akibat Keterbatasan Dermaga
“Pada lintasan strategis seperti Merak–Bakauheni maupun Ketapang–Gilimanuk, jumlah kapal sebenarnya sudah mencukupi bahkan cenderung berlebih. Persoalan yang terjadi lebih disebabkan oleh keterbatasan kapasitas dermaga sehingga banyak kapal tidak dapat beroperasi secara optimal,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).
Lihat Juga :