alexametrics

Pandemi COVID-19 Jadi Pukulan Telak Bagi Pelaku UMKM

loading...
Pandemi COVID-19 Jadi Pukulan Telak Bagi Pelaku UMKM
Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengunjungi usaha batik tulis Desa Sendangasri, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Sabtu (4/7/2020) sore. Foto/iNews/Musyafa Musa
A+ A-
REMBANG - Sektor koperasi, dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) mengalami pukulan telak, akibat pandemi COVID-19 yang berkepanjangan, dan hingga kini belum ada vaksinya.

(Baca juga: Dini Hari, Gempa Bermagnitudo 5.3 Guncang Malang dan Blitar)

Kondisi itu yang membuat Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki keliling ke sejumlah daerah, termasuk mengunjungi Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Sabtu (4/7/2020) sore.

Teten singgah ke usaha batik tulis di Desa Sendangasri, Kecamatan Lasem. Usaha milik Parlan ini ikut merasakan imbas pandemi COVID-19. Parlan mengaku sebelum pandemi, jumlah pekerja mencapai 50 orang, tetapi sekarang tinggal 15 orang/hari.



"Kita lakukan sistem bergilir. Setiap hari rata-rata 15 orang. Pekerja lainnya ya banyak bertanya, kapan pak bisa kerja normal lagi," ujarnya. (Baca juga: Kota Malang Kembali ke Zona Merah, 1 Wanita Cantik Diisolasi)

Parlan menambahkan omzet penjualan batik tulis menurun tajam, sehingga pendapatan anjlok. Dulu sebelum pandemi COVID-19, meraup penghasilan bersih Rp5 juta/bulan tergolong mudah. Namun saat ini untuk memperoleh Rp2 juta saja, sangat kesulitan.



"Batik saya ini alhamdulilah sudah merambah seluruh Indonesia, bahkan keluar negeri. Tapi setelah pandemi COVID-19, perbedaannya sangat mencolok. Modal sudah menipis. Kebetulan saya pensiunan pegawai negeri, jadi sedikit-sedikit masih bisa tertolong," ungkap Parlan.

Teten Masduki membenarkan untuk usaha mikro, banyak yang gulung tikar. Mereka dikategorikan sebagai kelompok miskin baru, yang perlu mendapatkan bantuan sosial (Bansos). Menurutnya, konsep Bansos bagi UMKM masih terus digodok.

"Kalau yang gulung tikar, tidak bisa lagi dikasih modal, tapi dibansoskan. Konsep Bansos masih akan terus kembangkan, tapi saya belum bicara sekarang," tuturnya.

(Baca juga: Penuh Kasih Sayang, Prajurit TNI Rehab Sekolah Mirip Kandang Ayam)

Teten menambahkan, selain pembiayaan lewat koperasi, program untuk UMKM dilewatkan perbankan maupun BPR. Diperkirakan butuh anggaran restrukturisasi hingga Rp78 triliun.

Menurutnya, pemerintah saat ini masih fokus pada program relaksasi pembiayaan, penghapusan pajak UKM dan bantuan modal kerja. "Saya kira hari ini fokus agar program pemulihan ekonomi berjalan, itu kenapa saya keliling-keliling," imbuh Teten.

Sebelum datang ke usaha batik di Desa Sendangasri, Teten Masduki lebih dulu mengunjungi kantor koperasi BMT Bina Ummat Sejahtera (BUS) Lasem. Ia menyerahkan secara simbolis dana pinjaman atau pembiayaan untuk koperasi, yang akan diteruskan kepada pelaku UMKM anggota koperasi.

BMT Bus Lasem pada tahun 2019 sudah mendapatkan pembiayaan sebesar Rp40 miliar, dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kelompok Usaha Mikro Kecil Menengah Kementerian Koperasi dan UKM. Kemudian tahun 2020 ini, mengajukan pinjaman lagi sebesar Rp100 miliar.

"Untuk tahun 2019 disalurkan kepada 2.700 pelaku UMKM anggota koperasi. Semoga untuk pengajuan tahun 2020, dapat disetujui," kata Ketua KSPPS BMT Bus Lasem, Abdullah Yazid.

Pihak LPDB KUMKM Kementerian Koperasi dan UKM telah merealisasikan pembiayaan koperasi sebesar Rp237,2 miliar, dari target penyaluran Rp1 triliun sampai akhir tahun 2020, dengan suku bunga 3% menurun.
(eyt)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak