Menolak Jenazah Ibunya Dimakamkan, Pria Diduga Gangguan Jiwa Mengamuk dan Ancam Warga
Kamis, 06 Oktober 2022 - 01:21 WIB
loading...
Seorang warga yang diduga mengalami gangguan kejiwaan (ODGJ) membuat warga Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) panik karena mengamuk dan mengancam keselamatan orang lain. (Ist)
A
A
A
BANDUNG BARAT - Seorang warga yang diduga mengalami gangguan kejiwaan (ODGJ) membuat warga Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) panik karena mengamuk dan mengancam keselamatan orang lain.
Warga berinisial AS (50) yang tercatat sebagai warga Kampung Sudimampir, RT 03/18, Desa Kertajaya, Kecamatan Padalarang, KBB, tersebut diduga mengamuk karena ibunya yang bernama Sofiah (75) meninggal dunia dan menolak dikuburkan oleh warga.
"Tadi yang bersangkutan sempat ngamuk dan membawa-bawa senjata tajam sambil mengancam ke warga dan petugas yang akan mengamankannya," kata Camat Padalarang, Dudi Supriadi saat dikonfirmasi, Selasa (4/10/2022).
Menurutnya berdasarkan informasi, ibu dari AS meninggal dunia pada pagi hari sekitar pukul 10.30 WIB. Hal tersebut yang diduga membuat kondisi kejiwaan yang bersangkutan kembali terganggu, sehingga mengamuk. Bahkan warga dan petugas sempat kesulitan untuk mengamankan pelaku dan mengurus jenazah ibunya.
Petugas dari Polres Cimahi, Polsek Padalarang, Pemadam Kebakaran, dan BPBD, juga diterjunkan ke lokasi untuk mengamankan yang bersangkutan.
Pasalnya korban berusaha melawan dan mengancam siapapun yang hendak masuk ke rumahnya, termasuk kepada anggota kepolisian.
"Jadi memang yang bersangkutan ini terkadang mengamuk tapi kadang sikapnya biasa-biasa saja. Hanya mungkin karena ibunya meninggal jadi dia mengamuk," tuturnya.
Baca: Ribuan Warga Surabaya Doa Bersama untuk Aremania Korban Tragedi Kanjuruhan.
Warga berinisial AS (50) yang tercatat sebagai warga Kampung Sudimampir, RT 03/18, Desa Kertajaya, Kecamatan Padalarang, KBB, tersebut diduga mengamuk karena ibunya yang bernama Sofiah (75) meninggal dunia dan menolak dikuburkan oleh warga.
"Tadi yang bersangkutan sempat ngamuk dan membawa-bawa senjata tajam sambil mengancam ke warga dan petugas yang akan mengamankannya," kata Camat Padalarang, Dudi Supriadi saat dikonfirmasi, Selasa (4/10/2022).
Menurutnya berdasarkan informasi, ibu dari AS meninggal dunia pada pagi hari sekitar pukul 10.30 WIB. Hal tersebut yang diduga membuat kondisi kejiwaan yang bersangkutan kembali terganggu, sehingga mengamuk. Bahkan warga dan petugas sempat kesulitan untuk mengamankan pelaku dan mengurus jenazah ibunya.
Petugas dari Polres Cimahi, Polsek Padalarang, Pemadam Kebakaran, dan BPBD, juga diterjunkan ke lokasi untuk mengamankan yang bersangkutan.
Pasalnya korban berusaha melawan dan mengancam siapapun yang hendak masuk ke rumahnya, termasuk kepada anggota kepolisian.
"Jadi memang yang bersangkutan ini terkadang mengamuk tapi kadang sikapnya biasa-biasa saja. Hanya mungkin karena ibunya meninggal jadi dia mengamuk," tuturnya.
Baca: Ribuan Warga Surabaya Doa Bersama untuk Aremania Korban Tragedi Kanjuruhan.
Lihat Juga :