Hadiyatus Tsaniah, Aremanita Korban Tragedi Kanjuruhan Alumni Ponpes yang Getol Nonton Arema
Senin, 03 Oktober 2022 - 15:25 WIB
loading...
A
A
A
Memang korban dari keluarga pendidik. Bapaknya guru di Pondok Pesantren Mambaul Ihsan Banyuurip, Ujungpangkah, Gresik. Juga mengajar di Lembaga Pendidikan Al Fattah dan di Ponpes Alkarimi Tebuwung Kecamatan Dukun, tepatnya di jenjang SMA. Dari segi keluarga, korban terdidik dengan baik dalam hal agama maupun pendidikan.
Baca juga: Menyayat Hati! Ayah Korban Tragedi Kanjuruhan Pingsan di Pelukan Menko PMK Muhadjir Effendy
Meski lulus sejak 2020 lalu, alumnus Pondok Pesantren Mambaul Ihsan itu tidak balik ke desanya. Namun, tetap tinggal di Malang. Karena korban menjadi guru privat di Lembaga pendidikan dasar dan menengah.
Rizki yang teman satu angkatan di Unisma menuturkan, dia masih belum tahu pasti keterlibatan alamarhumah di Aremanita. Karena satu tahun lebih sudah tidak berkomunikasi dengan korban. Meski begitu, dia tahu betul bila korban mulai menyukai bola sejak mahasiswa, khususnya ke Arema.
“Sepertinya memang suka nonton bola klub Arema. Dia (almarhumah) suka melihat Arema saat di Malang. Setahu saya dua kali menonton Arema. Cuman informasinya sering melihat ke stadion,” tuturnya.
Atas Tragedi Kanjuruan, Rizki Adi Adha mengaku sedih. Dia pun berdoa agar Tuhan Yang Maha Esa memberikan yang terbaik dan pulang dalam keadaan khusnul khotimah.
“Doa terbaik buat teman saya mas. Dia kuliah ambil jurusan yang mulia, mungkin di benaknya ingin mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai cita-citanya meneruskan ayahnya,” katanya.
Baca juga: Menyayat Hati! Ayah Korban Tragedi Kanjuruhan Pingsan di Pelukan Menko PMK Muhadjir Effendy
Meski lulus sejak 2020 lalu, alumnus Pondok Pesantren Mambaul Ihsan itu tidak balik ke desanya. Namun, tetap tinggal di Malang. Karena korban menjadi guru privat di Lembaga pendidikan dasar dan menengah.
Rizki yang teman satu angkatan di Unisma menuturkan, dia masih belum tahu pasti keterlibatan alamarhumah di Aremanita. Karena satu tahun lebih sudah tidak berkomunikasi dengan korban. Meski begitu, dia tahu betul bila korban mulai menyukai bola sejak mahasiswa, khususnya ke Arema.
“Sepertinya memang suka nonton bola klub Arema. Dia (almarhumah) suka melihat Arema saat di Malang. Setahu saya dua kali menonton Arema. Cuman informasinya sering melihat ke stadion,” tuturnya.
Atas Tragedi Kanjuruan, Rizki Adi Adha mengaku sedih. Dia pun berdoa agar Tuhan Yang Maha Esa memberikan yang terbaik dan pulang dalam keadaan khusnul khotimah.
“Doa terbaik buat teman saya mas. Dia kuliah ambil jurusan yang mulia, mungkin di benaknya ingin mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai cita-citanya meneruskan ayahnya,” katanya.
Lihat Juga :