Pengakuan Korwil Aremania Bantur: Ditembaki Gas Air Mata, Lampu Stadion Dipadamkan
Senin, 03 Oktober 2022 - 13:47 WIB
loading...
A
A
A
Baca: Pemerintah Tanggung Biaya Perawatan Korban Tragedi Kanjuruhan
Situasi yang kian tak kondusif membuat Sanjoko mengumpulkan Aremania dari wilayah Korwil Bantur agar segera mengemasi bendera, termasuk juga Aremanita untuk segera mencari jalan keluar karena khawatir situasi memburuk.
Belum sempat gerbang darurat dibuka, tembakan gas air mata sudah dilepaskan oleh petugas keamanan ke arah tribun.
"Saat tembakan gas air mata itu kami bisa lolos dan keluar. Setelah itu, kami tidak tahu secara jelas lagi, bagaimana kejadian di dalam," jelasnya.
Baca: 17 Anak Meninggal Dunia dalam Tragedi Kanjuruhan
Tidak hanya menembak suporter dengan gas air mata, lampu stadion juga mulai dimatikan. Dengan kondisi tribun gelap dipenuhi suporter, membuat suasana menjadi semakin panik dan terjebak.
"Kalau yang masuk ke lapangan mungkin masih bisa kami terima, karena mereka memang melanggar batas area. Tetapi kenapa yang di tribun juga ditembaki gas air mata," ungkapnya.
Situasi yang kian tak kondusif membuat Sanjoko mengumpulkan Aremania dari wilayah Korwil Bantur agar segera mengemasi bendera, termasuk juga Aremanita untuk segera mencari jalan keluar karena khawatir situasi memburuk.
Belum sempat gerbang darurat dibuka, tembakan gas air mata sudah dilepaskan oleh petugas keamanan ke arah tribun.
"Saat tembakan gas air mata itu kami bisa lolos dan keluar. Setelah itu, kami tidak tahu secara jelas lagi, bagaimana kejadian di dalam," jelasnya.
Baca: 17 Anak Meninggal Dunia dalam Tragedi Kanjuruhan
Tidak hanya menembak suporter dengan gas air mata, lampu stadion juga mulai dimatikan. Dengan kondisi tribun gelap dipenuhi suporter, membuat suasana menjadi semakin panik dan terjebak.
"Kalau yang masuk ke lapangan mungkin masih bisa kami terima, karena mereka memang melanggar batas area. Tetapi kenapa yang di tribun juga ditembaki gas air mata," ungkapnya.
Lihat Juga :