BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem Jawa Barat Sepekan

Senin, 03 Oktober 2022 - 13:34 WIB
loading...
BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem Jawa Barat Sepekan
BMKG memperingatkan potensi cuaca ekstrem di jabar selama sepekan.Foto/ilustrasi
A A A
BANDUNG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) memperingatkan potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah di Jawa Barat dalam sepekan kedepan. Cuaca ekstrem yang mungkin terjadi berupa hujan yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi.

Menurut Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Barat Indra Gustari, BMKG memonitor perkembangan kondisi cuaca saat ini yang mengindikasikan terdapat indikasi dinamika atmosfer yang dapat berdampak pada potensi peningkatan curah hujan di beberapa wilayah Indonesia termasuk Jawa Barat.

Baca juga: Gaji Tak Dianggarkan, 115 Honorer Satpol PP Bandung Barat Terpaksa Dirumahkan 3 Bulan

Hasil analisis kondisi dinamika atmosfer terkini menunjukkan adanya belokan dan perlambatan kecepatan angin yang dapat meningkatkan pola konduktivita. Serta aktifnya fenomena Madden Oscillation (MJO) yang berinteraksi dengan gelombang Rossby Ekuator dan gelombang Kelvin.

"Sehingga dapat menghasilkan pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia termasuk Jawa Barat dalam beberapa hari ke depan, " kata dia.

Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG memperkirakan potensi curah hujan dengan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada periode 2 - 8 Oktober 2022.

Beberapa wilayah di sebagian Jawa Barat yang berpotensi terjadi hujan ekstrem adalah Kab dan Kota Bogor, Kota Depok, Kab dan Kota Bekasi, Kab dan Kota Sukabumi, Kab Cianjur, Kab Karawang, Kab Purwakarta, Kab Subang, Kab Bandung Barat, Kota Cimahi, Kab dan Kota Bandung, Kab Garut, Kab Sumedang, Kab dan Kota Cirebon, Kab Indramayu, Kab Majalengka, Kab Kuningan, Kab dan Kota Tasikmalaya, Kab Ciamis, Kota Banjar dan Kab Pangandaran.

Atas kondisi itu, BMKG merekomendasikan agar pihak puhak diharapkan melakukan persiapan. Mulai dari memastikan kapasitas infrastruktur dan sistem tata kelola sumber daya air siap untuk mengantisipasi peningkatan curah hujan.

Kemudian melakukan penataan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan tidak melakukan pemotongan lereng atau penebangan pohon yang tidak terkontrol serta melakukan program penghijauan secara lebih masif.

"Juga melakukan pemangkasan dahan dan ranting pohon yang rapuh serta menguatkan tegakan/tiang agar tidak roboh tertiup angin kencang, " katanya.
(msd)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1432 seconds (10.177#12.26)