Belasungkawa Atas Tragedi Kanjuruhan, Ridwan Kamil: Harus Evaluasi Total

Senin, 03 Oktober 2022 - 10:21 WIB
loading...
Belasungkawa Atas Tragedi Kanjuruhan, Ridwan Kamil: Harus Evaluasi Total
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
A A A
BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur.

Dalam tragedi tersebut, ratusan nyawa melayang akibat kerusuhaan yang terjadi setelah laga Arema Malang vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022) malam. Menurut Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, tragedi Kanjuruhan adalah peristiwa yang sangat tidak dibanggakan.

"Saya menghaturkan duka cita atas peristiwa di Stadion Kanjuruhan Malang, ini adalah peristiwa tragedi yang terbesar yang kami tahu, sesuatu yang sangat kita tidak banggakan," ungkap Kang Emil dalam keterangannya dilihat Senin (3/10/2022).

Baca juga: Gubernur Khofifah Pastikan Pemerintah Serius Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan

"Saya turut berduka cita atas nama pribadi, atas nama penggemar sepak bola, atas nama Pemda Provinsi Jabar. Mudah-mudahan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan," sambung dia.

Agar peristiwa serupa tak terulang di Indonesia, Kang Emil menginginkan adanya evaluasi total dari seluruh lembaga yang terlibat.

"Harus evaluasi total, satu tujuan olahraga adalah bergembira. Bahwa olahraga itu di warna-warna klub-klub daerah fanatisme silakan aja, tapi jangan melebihi dari tujuan olahraga," tegasnya.

Selain itu, Kang Emil pun berharap, pendukung klub sepak bola harus mulai menyikapi setiap pertandingan dengan bijaksana.

"Kalau menang ya didukung, kalau kalah didoakan. Bukan malah sebaliknya, melampiaskan kekalahan dengan cara-cara yang akhirnya (berujung tragedi)," katanya.

Adapun kepada pihak pengelola sepak bola di Indonesia, Kang Emil meminta agar tidak mementingkan rating siaran televisi. Alangkah baiknya memikirkan hal-hal yang rasional jika ada laga besar dengan tensi tinggi.

"Kemudian teknis manajemen sepak bola sendiri kadang-kadang dikritisi selalu malam hari, sehingga pengamanan agak repot. Mudah-mudahan jangan dipaksakan atas nama rating tv, pendapat saya," tuturnya.

Terkait masalah keamanan, Kang Emil juga meminta agar antisipasi kerusuhan dengan menembakkan gas air mata tidak terulang. Selain dilarang oleh FIFA, upaya tersebut membahayakan penonton di tribun. "Pengamanan dievaluasi. Masalah gas air mata yang mungkin seharusnya tidak terjadi," katanya.
(msd)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1572 seconds (10.177#12.26)