Wanita-Wanita Disekeliling Amangkurat I Raja Mataram Islam
Kamis, 29 September 2022 - 05:05 WIB
loading...
A
A
A
Amangkurat I sangat sedih dengan kematian Ratu Wetan. Dia melarang siapapun menutup kuburnya. Siang malam, dia menunggu liang lahat dengan jenazah Ratu Wetan di dalamnya. Dia tidak mempedulikan keratonnya lagi.
Suatu malam, dia bermimpi bahwa Nyi Truntum sudah menemui suaminya yang tewas dibunuh. Setelah itu, dia baru mau kembali ke keraton. Sementara jenazah Ratu Wetan sudah membusuk di liang lahat.
Kisah cinta Amangkurat I lainnya adalah dengan Roro Hoyi, putri Surabaya yang dipelihara dan dipingit Susuhunan Amangkurat I sejak kecil untuk dijadikan selirnya setelah dia dewasa.
Baca: Hancurkan Pemberontakan Trunojoyo terhadap Mataram, Amangkurat II Serahkan Pesisir Jawa ke VOC Belanda
Tetapi setelah Roro Hoyi dewasa, Mas Rahmat (Amangkurat II) jatuh cinta kepadanya. Mereka pun berpacaran dan menjalin kasih. Setelah tahu Roro Hoyi adalah calon istri ayahnya, Raden Rahmat sangat sedih dan jatuh sakit.
Saat mengetahui Raden Rahmat jatuh sakit, Pangeran Pekik membawa Roro Hoyi kepada Raden Rahmat, dengan dugaan Amangkurat I akan mengalah kepada anaknya. Namun, setelah diberi tahu malah sebaliknya.
Melalui sidang luar biasa, Amangkurat I menjatuhkan hukuman mati kepada Pangeran Pekik, Raden Rahmat dan Roro Hoyi, karena telah berani mengambil calon istri raja. Tetapi akhirnya Raden Rahmat diampuni.
Baca: Kisah Mistis Sultan Agung Menikah dengan Ratu Kidul demi Kekuasaan Mataram Islam
Namun, syarat yang harus dibayar sangat mahal. Dia harus membunuh Roro Hoyi. Tetapi karena cintanya terhadap Roro Hoyi sangat dalam, Raden Rahmat tidak tega untuk membunuh cintanya tersebut.
Roro Hoyi lalu menubruk keris yang dibawa Raden Rahmat, hingga menembus tubuhnya dan meninggal dunia. Jenazahnya lalu dimakamkan di Dusun Banyusumurup, Kelurahan Girirejo, Imogiri, Bantul, Yogyakarta.
Sampai di sini ulasan singkat Cerita Pagi tentang Wanita-wanita Disekeliling Amangkurat I Raja Mataram Islam diakhiri. Semoga bermanfaat.
Sumber tulisan:
1. V. Wiranata Sujarweni, Menelusuri Jejak Mataram Islam di Yogyakarta, Anak Hebat Indonesia, 2017.
2. Soedjipto Abimanyu, Kitab Terlengkap Sejarah Mataram, Saufa, 2015.
Suatu malam, dia bermimpi bahwa Nyi Truntum sudah menemui suaminya yang tewas dibunuh. Setelah itu, dia baru mau kembali ke keraton. Sementara jenazah Ratu Wetan sudah membusuk di liang lahat.
Kisah cinta Amangkurat I lainnya adalah dengan Roro Hoyi, putri Surabaya yang dipelihara dan dipingit Susuhunan Amangkurat I sejak kecil untuk dijadikan selirnya setelah dia dewasa.
Baca: Hancurkan Pemberontakan Trunojoyo terhadap Mataram, Amangkurat II Serahkan Pesisir Jawa ke VOC Belanda
Tetapi setelah Roro Hoyi dewasa, Mas Rahmat (Amangkurat II) jatuh cinta kepadanya. Mereka pun berpacaran dan menjalin kasih. Setelah tahu Roro Hoyi adalah calon istri ayahnya, Raden Rahmat sangat sedih dan jatuh sakit.
Saat mengetahui Raden Rahmat jatuh sakit, Pangeran Pekik membawa Roro Hoyi kepada Raden Rahmat, dengan dugaan Amangkurat I akan mengalah kepada anaknya. Namun, setelah diberi tahu malah sebaliknya.
Melalui sidang luar biasa, Amangkurat I menjatuhkan hukuman mati kepada Pangeran Pekik, Raden Rahmat dan Roro Hoyi, karena telah berani mengambil calon istri raja. Tetapi akhirnya Raden Rahmat diampuni.
Baca: Kisah Mistis Sultan Agung Menikah dengan Ratu Kidul demi Kekuasaan Mataram Islam
Namun, syarat yang harus dibayar sangat mahal. Dia harus membunuh Roro Hoyi. Tetapi karena cintanya terhadap Roro Hoyi sangat dalam, Raden Rahmat tidak tega untuk membunuh cintanya tersebut.
Roro Hoyi lalu menubruk keris yang dibawa Raden Rahmat, hingga menembus tubuhnya dan meninggal dunia. Jenazahnya lalu dimakamkan di Dusun Banyusumurup, Kelurahan Girirejo, Imogiri, Bantul, Yogyakarta.
Sampai di sini ulasan singkat Cerita Pagi tentang Wanita-wanita Disekeliling Amangkurat I Raja Mataram Islam diakhiri. Semoga bermanfaat.
Sumber tulisan:
1. V. Wiranata Sujarweni, Menelusuri Jejak Mataram Islam di Yogyakarta, Anak Hebat Indonesia, 2017.
2. Soedjipto Abimanyu, Kitab Terlengkap Sejarah Mataram, Saufa, 2015.
(san)
Lihat Juga :