Kisah Mpu Gandring, Pembuat Keris yang Jadi Langganan Bangsawan Pulau Jawa

Selasa, 27 September 2022 - 05:04 WIB
loading...
Kisah Mpu Gandring, Pembuat Keris yang Jadi Langganan Bangsawan Pulau Jawa
Mpu Gandring salah satu sosok yang sangat terkenal karena keahliannya dalam pembuatan keris. Keris hasil olahan tangannya itu tidak hanya berkualitas tinggi, tapi juga memiliki kekuatan gaib. Foto ilustrasi SINDOnews
A A A
JAKARTA - Mpu Gandring salah satu sosok yang sangat terkenal karena keahliannya dalam pembuatan keris . Ia bukan pembuat keris biasa. Keris hasil olahan tangannya itu tidak hanya berkualitas tinggi, tapi juga memiliki kekuatan gaib atau sakti. Itu sebabnya, banyak orang memesan keris kepadanya. Para bangsawan di Pulau Jawa tak ketinggalan menjadi pelanggan keris buatan Mpu Gandring.



Kisah tentang kesaktian keris buatan Mpu Gandring terungkap dalam Kitab Pararaton. Dikisahkan, tujuh nyawa keturunan Ken Arok, termasuk Ken Arok sendiri tewas tertusuk keris buatan Mpu Gandring. Bagaimana kisahnya? Baca juga: Kisah Keris Mpu Gandring, Pusaka Pembunuh 7 Keturunan Ken Arok

Dalam buku berjudul Hitam Putih Ken Arok dari Kejayaan hingga Keruntuhan karya Muhammad Syamsuddin, disebutkan bahwa Mpu Gandring berasal dari Desa Lulambang atau Palumbangan di sebelah utara Kota Wlingi, Blitar.

Konon, di tempat inilah, Mpu Gandring mengerjakan senjata sakti yang dipesan oleh banyak kaum bangsawan. Dalam kitab Pararaton, dikisahkan bahwa pada suatu ketika Ken Arok juga ingin mendapatkan keris buatan Mpu Gandring. Ken Arok memesan senjata sakti itu untuk menghabisi nyawa atasannya, Tunggul Ametung. Kala itu, Ken Arok bertugas sebagai pengawal pribadi Tunggul Ametung.

Untuk mewujudka niatnya, Ken Arok, ditemani ayah angkatnya Bango Samparan datang ke kediaman Mpu Gandring di Blitar. Saat pertemuan itulah Ken Arok meminta Mpu Gandring agar dibuatkan satu keris yang sakti mandraguna, yang bisa menusuk musuh dalam sekali tusukan.

Mpu Gandring pun menyanggupinya, namun meminta waktu pembuatan selama setahun. Permintaan sang ahli keris itu pun diterima Ken Arok. Setelah keduanya mencapai kesepakatan, Ken Arok kemabli menjalankan tugasnya. Begitu pun Mpu Gandring, menjalankan pekerjaannya.

Seiring berjalannya waktu, Ken Arok nampaknya tidak sabar untuk segera mendapatkan senjata sakti secepatnya. Lalu ia memutuskan untuk meminta keris itu kepada Mpu Gandring. Dikisahkan, baru lima bulan pembuatan keris itu, Ken Arok mengutus anak buahnya menemui Mpu Gandring, menanyakan perihal keris tersebut.

Tentu saja Mpu Gandring tidak meladeninya, selain karena tidak sesuai kesepakatan awal, juga keris itu memang belum tuntas. Sebab, untuk mbuat keris sakti, konon Mpu Gandring harus melewati beberapa ritual dan meditasi yang tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Selain itu, pemilihan material untuk pembuatan keris pun tidak sembrangan.

Kepada utusan Ken Arok, Mpu Gangsring menyampaikan pesan agar pelanggannya sabar jika ingin mendapatkan hasil yang berkualitas sesuai keinginan. Rupanya pesan itu tetap tidak dihiraukan Ken Arok yang kemudian datang sendiri menagih pesanannya.

Sikap Mpu Gandring tetap sama, tidak mau menyerahkan keris yang baru setengah jadi itu. Namun hal itu tak diterima Ken Arok dan tetap ngotot untuk mengambil keris itu. Baca juga: 7 Keris Legenda yang Disebut Memiliki Kesaktian di Nusantara

Keduanya pun terlibat adu mulut. Tersulut emosi, Ken Arok merampas keris itu lalu menusuknya ke tubuh Mpu Gandring. Mpu Gandring pun tewas dalam sekali tikam dengan keris buatannya sendiri.

Ken Arok tampak puas karena meski keris itu baru setengah jadi, namun sudah memiliki kesaktian. Buktinya, hanya sekali tusuk, Mpu Gandring langsung terkulai di hadapannya. Untuk menguji kesaktiannya pula, Ken Arok lalu menikam lumpang batu milik Mpu Gandring. Batu itu pun pecah.

Konon, dDlalam kondisi sekarat, Mpu Gandring sempat melontarkan kutukan terhadap Ken Arok. Mpu Gandring memberikan sumpah dan mengutuk, bahwa keris itu bakal menewaskan tujuh nyawa keturunan Ken Arok, termasuk Ken Arok sendiri.

Kutukan terbukti. Niat Ken Arok membunuh Tunggul Ametung, memang tercapai. Ia menikam atasanhya dalam sekali tikaman. Namun, senjata yang sama kemudian menghabisi nyawanya dan keturunannya.
(don)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2479 seconds (11.252#12.26)