Gugus Tugas Tinjau di Tempat Hiburan, Dinilai Belum Penuhi Protokol Kesehatan
Jum'at, 03 Juli 2020 - 16:07 WIB
loading...
A
A
A
"Ada beberapa catatan. Pengelola berjanji menyediakan lift touchless. Tidak boleh ada bersentuhan antara pengunjung dan karyawan termasuk pemandu lagu (PL). Kemudian hand sanitizer pakai sensor, tidak ada sentuhan," ujar Ema yang juga menjabat sebagai Sekda Kota Bandung ini.
"Yang menjadi persoalan adalah, di ruang karaoke, apa ada yang bisa menjamin pengunjung dan pemandu lagu tidak ada kontak fisik? Itu yang belum bisa dijawab oleh pengelola," tegas Ema.
Bahkan, tutur Ema, identitas pengunjung harus dicatat sehingga diketahui. "Jika terjadi sesuatu, seperti terpapar Corona, kami mudah melacak. Orang-orang yang hadir harus bisa dilacak keberadaannya," tutur dia.
Ema mengkhawatirkan terjadi penularan COVID-19 akibat kerumunan yang terjadi saat di ruangan klub atau live musik. "Nah, live music itu yang dikhawatirkan. Karena ada orang joget-joget, jadi harus ada petugas yang mengawasi. Kalau orang hiburan, apakah nyaman kalau dijaga (diawasi)? Itu harus dipikirkan," ungkap Ema.
"Yang menjadi persoalan adalah, di ruang karaoke, apa ada yang bisa menjamin pengunjung dan pemandu lagu tidak ada kontak fisik? Itu yang belum bisa dijawab oleh pengelola," tegas Ema.
Bahkan, tutur Ema, identitas pengunjung harus dicatat sehingga diketahui. "Jika terjadi sesuatu, seperti terpapar Corona, kami mudah melacak. Orang-orang yang hadir harus bisa dilacak keberadaannya," tutur dia.
Ema mengkhawatirkan terjadi penularan COVID-19 akibat kerumunan yang terjadi saat di ruangan klub atau live musik. "Nah, live music itu yang dikhawatirkan. Karena ada orang joget-joget, jadi harus ada petugas yang mengawasi. Kalau orang hiburan, apakah nyaman kalau dijaga (diawasi)? Itu harus dipikirkan," ungkap Ema.
(awd)
Lihat Juga :