Ki Ageng Wonokusumo, Muazin di Era Majapahit yang Disegani Belanda
Rabu, 21 September 2022 - 05:25 WIB
loading...
A
A
A
Dia menuturkan, Ki Ageng Wonokusumo merupakan salah satu tokoh Islam yang disegani dan ditakuti. Bahkan, dianggap musuh besar oleh penjajah Belanda yang selalu ingin membunuhnya.
Namun, para pengikut dan sahabat Wonokusumo selalu bisa mengelabuhi Belanda. Hingga akhirnya pada suatu saat terjepit, para pengikut dan sahabat mengatakan bahwaKi Ageng Wonokusumo telah meninggal dunia.
Sebagai bukti, mereka membuat upacara selamatkan di bulan Jumadil Akhir agar Belanda percaya. Hingga kini, peringatan itu menjadi sebuah upacara adat dan juga nazar warga.
Makam KI Ageng Wonokusumo juga sering didatangi peziarah yang sangat percaya di lokasi tersebut, doa-doa umat bisa terkabul. “Banyak peziarah yang memiliki nadzar, setelah terkabul mereka ikut dalam sedekah Jumadilakir, “ ungkapnya.
Lokasi makam Ki Ageng Wonokusumo berada di lokasi yang tinggi, di sekitarnya juga digunakan pemakaman umum. Namun, warga sekitar tidak berani memakamkan warga berada lebih tinggi dari makam Wonokusumo. Di dekat makam juga mengalir air dari sendang yang disebut Panti Tirta Jaya.
Para peziarah juga mempercayai apabila bisa membayar air dari sendang, maka hajatnya akan terkabul. Seperti petilasan atau makam yang disakralkan pada umumnya, setiap malam Jumat Kliwon atau Selasa Kliwon makam Ki Ageng Wonokusumo dikunjungi banyak peziarah.
Bahkan terkadang jumlahnya mencapai ratusan, terutama saat musim kemarau. Saat mengikuti tradisi Jumadilakiran, para peziarah akan berkelompok berjumlah 20 hingga 30-an orang.
Namun, para pengikut dan sahabat Wonokusumo selalu bisa mengelabuhi Belanda. Hingga akhirnya pada suatu saat terjepit, para pengikut dan sahabat mengatakan bahwaKi Ageng Wonokusumo telah meninggal dunia.
Sebagai bukti, mereka membuat upacara selamatkan di bulan Jumadil Akhir agar Belanda percaya. Hingga kini, peringatan itu menjadi sebuah upacara adat dan juga nazar warga.
Makam KI Ageng Wonokusumo juga sering didatangi peziarah yang sangat percaya di lokasi tersebut, doa-doa umat bisa terkabul. “Banyak peziarah yang memiliki nadzar, setelah terkabul mereka ikut dalam sedekah Jumadilakir, “ ungkapnya.
Lokasi makam Ki Ageng Wonokusumo berada di lokasi yang tinggi, di sekitarnya juga digunakan pemakaman umum. Namun, warga sekitar tidak berani memakamkan warga berada lebih tinggi dari makam Wonokusumo. Di dekat makam juga mengalir air dari sendang yang disebut Panti Tirta Jaya.
Para peziarah juga mempercayai apabila bisa membayar air dari sendang, maka hajatnya akan terkabul. Seperti petilasan atau makam yang disakralkan pada umumnya, setiap malam Jumat Kliwon atau Selasa Kliwon makam Ki Ageng Wonokusumo dikunjungi banyak peziarah.
Bahkan terkadang jumlahnya mencapai ratusan, terutama saat musim kemarau. Saat mengikuti tradisi Jumadilakiran, para peziarah akan berkelompok berjumlah 20 hingga 30-an orang.
Lihat Juga :