Miris! Siswa di Manggarai Timur NTT Gelar ANBK di Hutan karena Jaringan Internet Bermasalah

Selasa, 20 September 2022 - 01:57 WIB
loading...
Miris! Siswa di Manggarai Timur NTT Gelar ANBK di Hutan karena Jaringan Internet Bermasalah
Orang tua siswa, guru, dan siswa SMPN 11 Elar membangun tenda di tengah hutan untuk persiapan ANBK. Foto: Yoseph Mario Antognoni
A A A
BORONG - Jaringan internet di Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga saat ini masih menjadi persoalan serius. Akibatnya, para siswa di dua sekolah di Kecamatan Elar Selatan, Matim terpaksa melaksanakan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di tengah hutan.



Data yang dihimpun media ini pada Minggu (18/9/2022) dua sekolah yang akan melaksanakan ANBK di hutan yakni, Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 11 Elar yang terletak di Umandawa, Desa Sangan Kalo, Elar Selatan dan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Satap Wela Pandang yang terletak di Bebong, Desa Golo Linus, Kecamatan Elar Selatan.

"Selama dua hari, orang tua siswa dan rekan guru bahu membahu membuat tenda menggunakan alat seadanya demi melaksanakan ANBK siswa di sekolah ini," kata salah seorang guru yang enggan disebutkan namanya. Baca juga: Tercatat Sudah 475 Juta Pengguna, 5G di China Bukan Barang Mewah Lagi

Meski dilaksanakan di tengah hutan, lanjutnya, namun di hutan jaringan internet lumayan lancar. "Di sekolah jaringan memang ada, tapi untuk akses internet sangat susah. Makanya kami memilih untuk melaksanakan ANBK di tempat yang jaringan internet lumayan lancar seperti di tengah hutan begini," jelasnya.

Kendati demikian, ia berharap agar persoalan seperti ini segera ditanggapi oleh pemerintah. "Kasihan kalau setiap melaksanakan ANBK selalu di tengah hutan," pungkasnya.

Menanggapi hal ini, Winsensius Tala, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Pertama (SMP), sekaligus Ketua Tim Teknis Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) ketika dikonfirmasi, Senin (19/9/2022) mengatakan, terkait dengan jaringan internet, selaku ketua tim, pihaknya sudah melakukan beberapa kali virtual meeting untuk memastikan kekuatan jaringan internet sebagai penentu keberhasilan ANBK.

Lebih lanjut ia mengatakan, ada dua pola dalam ANBK yaitu, full online dan semi online. Khusus untuk full online, pihaknya sudah mewanti-wanti, untuk memastikan jaringan pada satuan pendidikannya kuat. "Manakala jaringan tidak stabil, dipersilahkan bergeser ke tempat jaringan yang bagus," ujarnya. Baca juga: Memperluas Akses Internet, HSP Memperkuat Jaringan Backbone Fiber Optik di Pulau Jawa

Menurtunya, di beberapa sekolah selama ini mengalami kendala server. Itu bukan karena kendala jaringan, tetapi karena kekuatan server pusat yang bermasalah."Saya minta untuk bersabar, karena di pusat sudah bekerja keras dalam menyelesaikan setiap persoalan yang terjadi. Contohnya hari ini mengalami tiga kali gangguan dan langsung diatasi," tukasnya.

Untuk sekolah-sekolah yang tidak bisa sama sekali, lanjut dia, pada sesi satu akan diberi waktu untuk mengikuti sesi berikutnya dan itu akan secara otomatis terbuat pada laman atau website ANBK pusat.

Terpisah, kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Manggarai Timur, Bonifasius Sai mengatakan, sebelum melaksanakan ANBK pihaknya sudah koordinasi dengan pihak telkomsel wilayah Flores. "Kemarin kami sudah berkoordinasi dengan pihak telkomsel wilayah Flores," ujarnya.
(don)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1701 seconds (10.101#12.26)