Peduli Pandemi, Alumni ITS Galang Donasi dan Gelar Aksi Sosial
Senin, 27 April 2020 - 15:19 WIB
loading...
A
A
A
Dalam perjalanannya, donasi yang diberikan para alumni ITS berkembang. Hingga pertengahan April lalu telah terkumpul dana lebih dari Rp27 juta. Selain itu, ada juga alumni dan donatur yang menyumbangkan 900 lembar masker, sembako, bahkan nasi kotak.
Dalam aksi tersebut, IKA ITS juga turut membantu pendistribusian puluhan jeriken handsanitizer dan disinfektan ukuran masing-masing lima liter, serta puluhan lusin masker, bantuan dari Kantor Staf Presiden dan Perhimpunan Alumni Perguruan Tinggi Negeri (Himpuni).
Masker-masker hasil donasi secara rutin disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Minggu (19/2/2020) misalnya, relawan IKA ITS membagikan masker di tempat-tempat umum di wilayah Jabodetabek. Beberapa di antaranya yaitu kawasan stasiun MRT Dukuh Atas, Blok M. Cilincing, Tanjung Priok, Puskesmas Sukamaju, Jonggol, Bogor, Mustikajaya, Tambun Bekasi, dan Panti Asuhan Putra Mulia.
Ketua Relawan IKA ITS Jakarta Raya, Adam Ace mengatakan, masih banyak pekerja yang harus masuk kerja. Begitu juga pekerja sektor nonformal yang merasa wajib keluar rumah untuk mencari nafkah. Mereka adalah kelompok yang memiliki potensi terpapar cukup tinggi. ”Karena itu mereka juga perlu mendapat perlindungan,” kata alumnus jurusan Teknik Mesin ITS ini.
Dalam aksi tersebut, IKA ITS juga turut membantu pendistribusian puluhan jeriken handsanitizer dan disinfektan ukuran masing-masing lima liter, serta puluhan lusin masker, bantuan dari Kantor Staf Presiden dan Perhimpunan Alumni Perguruan Tinggi Negeri (Himpuni).
Masker-masker hasil donasi secara rutin disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Minggu (19/2/2020) misalnya, relawan IKA ITS membagikan masker di tempat-tempat umum di wilayah Jabodetabek. Beberapa di antaranya yaitu kawasan stasiun MRT Dukuh Atas, Blok M. Cilincing, Tanjung Priok, Puskesmas Sukamaju, Jonggol, Bogor, Mustikajaya, Tambun Bekasi, dan Panti Asuhan Putra Mulia.
Ketua Relawan IKA ITS Jakarta Raya, Adam Ace mengatakan, masih banyak pekerja yang harus masuk kerja. Begitu juga pekerja sektor nonformal yang merasa wajib keluar rumah untuk mencari nafkah. Mereka adalah kelompok yang memiliki potensi terpapar cukup tinggi. ”Karena itu mereka juga perlu mendapat perlindungan,” kata alumnus jurusan Teknik Mesin ITS ini.
(muh)
Lihat Juga :