Rampogan Macan, Kisah Tradisi Gladiator di Tanah Jawa

Senin, 19 September 2022 - 05:00 WIB
loading...
A A A
"Rampog Macan umumnya dilakukan setelah pertarungan Sima Maesa," tulis Dihan Amiluhur dalam buku "Kolonialisme Dalam Gladiator Jawa, Sima Maesa Rampog Macan di Jawa Abad Ke-19".

Di Jawa, tradisi mengadu binatang sudah ada sejak era kerajaan Mataram Islam. Tahun 1792. Saat Gubernur Jendral Belanda Pieter Van Overstraten mengunjungi Yogyakarta, ia menyaksikan acara tradisi Sima Maesa yang dilanjut Rampogan Macan. Saat itu bertepatan meninggalnya Sultan Hamengkuwono I.

Richard von Carlowitz, seorang berkebangsaan Jerman saat bertandang ke Jawa juga menyaksikan pertarungan kerbau melawan harimau yang digelar sultan. Saat itu tahun 1846. Richard menuliskan catatan perjalanannya dalam artikel yang dimuat di Koran Belanda "Arnhemsche Courant".

Di Susuhunan Surakarta. Aturan tata tertib menonton tradisi Sima Maesa bahkan diatur khusus dalam surat perintah 18 Juli 1877. Mereka yang melanggar bisa ditangkap aparat kepolisian.

Sima Maesa adalah tradisi mempertarungkan seekor harimau dengan kerbau. Untuk kerbau-kerbau yang ditarungkan, orang Jawa suka memilih jenis kerbau air (Bubalus Bubalis) sebagai gacoannya. Seekor kerbau jantan bertanduk panjang sekaligus tajam.

Baca juga: Kisah Siu Ban Ci, Cinta Pandangan Pertama Brawijaya V yang Anaknya Menghancurkan Majapahit

"Kerbau dipersiapkan sembari menunggu harimau, tanduknya diasah dan diberi warna putih serta terdapat karangan bunga yang dikalungkan di lehernya," kata Robert Wessing dalam artikel "A Tiger in the Heart: The Javanese Rampog Macan".

Harimau yang berlaga dalam tradisi Sima Maesa, seringkali diambil dari jenis macan loreng. Namun bukan berarti macan kumbang dan tutul, tidak pernah digladiatorkan. Seluruh harimau yang dibawa ke gelanggang Sima Maesa maupun Rampogan Macan, hasil perburuan sekelompok orang yang berprofesi khusus sebagai pemburu harimau.

Di Jawa, mereka dikenal dengan nama Tuwa Buru. Yakni Tetua Pemburu yang menggantungkan hidup sebagai pemburu macan. Sejarawan Peter Carey dalam buku "Kuasa Ramalan" menyebut mereka sebagai manusia yang pemberani. "Mereka para pemburu harimau menguasai mantra khusus, serta keberanian batin yang luar biasa," kata Carey.

Saat itu Gubernur Jendral Hindia Belanda dijabat Herman Willem Daendels. Dengan kerja paksa (Rodi) yang mengorbankan banyak nyawa pribumi, jalan Anyer-Panarukan dibangun. Sistem pemerintahan diubah dengan menempatkan kerajaan Jawa di bawah pengawasan Belanda.

Sebagai reaksinya, tradisi Sima Maesa serta Rampogan Macan bukan lagi sekedar tontonan kebudayaan massa. Terutama di era Hamengkubuwono II yang sangat benci kolonialisme Eropa. Sima Maesa dan Rampogan Macan dijadikan ajang perlawanan kebudayaan.

Baca juga: Paregreg Perang Saudara yang Picu Hancurnya Majapahit

Dalam tradisi yang digelar, orang Jawa mengambil kerbau sebagai simbol alegori identitasnya. Hewan yang besar, kuat, sabar, kalem, penurut sekaligus mudah diajak kerjasama. Namun kerbau bisa tiba-tiba berubah beringas dan menakutkan bila sudah tersakiti.

Sedangkan Belanda disimbolkan seekor harimau. Hewan galak, bengis, kejam namun bagi orang Jawa dipandang lemah dan pengecut. Karenanya dalam tradisi gladiator tersebut, harimau harus binasa.

Macan yang menang dalam arena Sima Maesa akan dibawa ke gelanggang Rampogan Macan. Matinya harimau dicincang tombak para gandek ditafsirkan tumpasnya keangkara murkaan kolonial Belanda.

Menurut K.R.T Jatingrat atau Romo Tirun, sentimen anti etnis kulit putih dalam tradisi Sima Maesa, terlihat jelas pada masa pemerintahan Mangkubumi dan Hamengkubuwono II.

"Hamengkubuwono II adalah sultan yang mencetuskan semangat perlawanan anti kolonialisme Eropa, baik Inggris maupun Belanda melalui tradisi Sima Maesa. Ia menunjukkan bagaimana sebuah pertunjukan dapat digunakan untuk membangkitkan semangat kebangsaan," kata K.R.T Jatingrat dalam buku "Kolonialisme Dalam Gladiator Jawa, Sima Maesa Rampog Macan di Jawa Abad Ke-19".

Baca juga: Kisah Jayanegara, Raja Kedua Majapahit yang Penuh Pemberontakan dan Terbunuh Akibat Wanita Cantik
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Jaga Keseimbangan Ekosistem...
Jaga Keseimbangan Ekosistem Hutan, BCA Dukung Eksistensi Macan Tutul Jawa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Aneh! Ilmuwan Temukan...
Aneh! Ilmuwan Temukan Mumi Cheetah Langka di Gurun Arab
Tiga Dekade Dinyatakan...
Tiga Dekade Dinyatakan Punah, Spesies Kucing Liar Ini Terlihat Lagi
Perdagangan Harimau...
Perdagangan Harimau Semakin Merajalela, Indonesia Termasuk Penyumbang Terbesar
Rekomendasi
Kabar Bahagia, Amanda...
Kabar Bahagia, Amanda Manopo dan Kenny Austin Umumkan Kelahiran Anak Pertama
Gemuruh Adrenalin Istora...
Gemuruh Adrenalin Istora dan Ketenangan Kabin G3+: Strategi Polytron Manjakan Atlet Bulu Tangkis Elite Dunia
Web3 University Tour...
Web3 University Tour 2026 Digelar ITERA Lampung, Ratusan Mahasiswa Belajar Blockchain
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved