Imbas Kenaikan Harga BBM, Petani Tembakau Keluhkan Ongkos Angkut Membengkak
Sabtu, 17 September 2022 - 15:43 WIB
loading...
A
A
A
Sementara untuk menaikan harga pada konsumen bukan hal gampang. Terlebih, hasil panen tembakau yang dijual selama ini belum diolah dengan kemasan legal. Akhirnya harga jual ditentukan berdasarkan kesepakatan dan bukan karena harga yang berlaku di pasaran.
"Kami kan jualnya dalam bentuk hasil dirajang belum dikemas, kalau sudah dikemas mungkin harganya bisa jauh lebih mahal," ucapnya. Baca juga: Cuaca Buruk dan Kampanye Negatif, Ancam Petani Tembakau
Humas Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) KBB, Yana Iryana (60) menyebutkan, KBB termasuk salah satu daerah yang cukup potensial dengan pertanian tembakau. Mereka tersebar di enam kecamatan seperti Kecamatan Cililin, Cipongkor, Gununghalu, Ngamprah, Rongga dan Sindangkerta.
"Sejak kenaikan BBM banyak keluhan dari petani tembakau. Harga tembakau masih tetap, tapi biaya transportasi untuk angkut barang naik," imbuhnya.
"Kami kan jualnya dalam bentuk hasil dirajang belum dikemas, kalau sudah dikemas mungkin harganya bisa jauh lebih mahal," ucapnya. Baca juga: Cuaca Buruk dan Kampanye Negatif, Ancam Petani Tembakau
Humas Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) KBB, Yana Iryana (60) menyebutkan, KBB termasuk salah satu daerah yang cukup potensial dengan pertanian tembakau. Mereka tersebar di enam kecamatan seperti Kecamatan Cililin, Cipongkor, Gununghalu, Ngamprah, Rongga dan Sindangkerta.
"Sejak kenaikan BBM banyak keluhan dari petani tembakau. Harga tembakau masih tetap, tapi biaya transportasi untuk angkut barang naik," imbuhnya.
(don)
Lihat Juga :