Temui Omar Baobed di Singapura, Anies Napak Tilas Kisah Sang Kakek Memperjuangkan Kemerdekaan
Kamis, 15 September 2022 - 13:57 WIB
loading...
A
A
A
"Kami memang pernah mendengar langsung kisahnya bahwa ia terdampar di Singapura. Kehabisan bekal dsb, tapi baru tadi malam dengar detail kisah penitipan dokumen itu," kata Anies.
![Temui Omar Baobed di Singapura, Anies Napak Tilas Kisah Sang Kakek Memperjuangkan Kemerdekaan]()
Dalam kunjungan ke Singapura, Anies mengaku beruntung bisa menyempatkan berkunjung ke Omar Baobed. "Keluarga ini sudah pindah dari Geylang Road, kini tinggal bersama anaknya, Feisal, seorang guru di Singapura. Beliau tunjukkan foto-foto orang tuanya sembari menceritakan kisah masa lalu yang Beliau dengar dari orang tuanya," beber Anies.
"Begitulah perjalanan perjuangan dan perjalanan hidup. Bersyukur bisa mendengar langsung, seakan melakukan napak tilas," sambung Anies.
Menurut Anies, dokumen pengakuan itu memang sangat penting pada masanya. Anies pun mengisahkan kalimat perpisahan yang diucapkan H Agus Salim pada sang kakek saat berpisah di Kairo.
“Bagi saya tidaklah penting apakah Saudara sampai di Tanah Air atau tidak. Yang penting, dokumen-dokumen itu sampai di Indonesia dengan selamat!" pesan H Agus salim.
Amanat itu dijalankan hingga akhirnya dokumen itu sampai di Tanah Air, dan diserahkan langsung kepada Bung Karno di Gedung Agung, Yogyakarta. Sejak saat itu Republik baru ini resmi memiliki pengakuan internasional.

Dalam kunjungan ke Singapura, Anies mengaku beruntung bisa menyempatkan berkunjung ke Omar Baobed. "Keluarga ini sudah pindah dari Geylang Road, kini tinggal bersama anaknya, Feisal, seorang guru di Singapura. Beliau tunjukkan foto-foto orang tuanya sembari menceritakan kisah masa lalu yang Beliau dengar dari orang tuanya," beber Anies.
"Begitulah perjalanan perjuangan dan perjalanan hidup. Bersyukur bisa mendengar langsung, seakan melakukan napak tilas," sambung Anies.
Menurut Anies, dokumen pengakuan itu memang sangat penting pada masanya. Anies pun mengisahkan kalimat perpisahan yang diucapkan H Agus Salim pada sang kakek saat berpisah di Kairo.
“Bagi saya tidaklah penting apakah Saudara sampai di Tanah Air atau tidak. Yang penting, dokumen-dokumen itu sampai di Indonesia dengan selamat!" pesan H Agus salim.
Amanat itu dijalankan hingga akhirnya dokumen itu sampai di Tanah Air, dan diserahkan langsung kepada Bung Karno di Gedung Agung, Yogyakarta. Sejak saat itu Republik baru ini resmi memiliki pengakuan internasional.
(thm)
Lihat Juga :