Temui Omar Baobed di Singapura, Anies Napak Tilas Kisah Sang Kakek Memperjuangkan Kemerdekaan

Kamis, 15 September 2022 - 13:57 WIB
loading...
Temui Omar Baobed di...
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membagikan momen saat mengunjungi Omar Baobed, di Singapura. Omar Baobe merupakan saksi hidup perjuangan AR Baswedan. Foto: Instagram
A A A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membagikan momen saat mengunjungi Omar Baobed, di Singapura. Omar Baobed merupakan saksi hidup perjuangan AR Baswedan, sang kakek Anies Baswedan, ketika membawa dokumen pengakuan Pemerintah Mesir atas kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun 1947.

"Untuk pertama kalinya saya berjumpa dengannya dan baru sekarang mendengar kisahnya. Mengesankan dan mengharukan. Namanya Omar Baobed, usianya 78 tahun. Ia menceritakan peristiwa tahun 1947, yang ia dengar dari orang tuanya," tulis Anies di akun Instagramnya, Kamis (15/9/2022).

Baca juga: Terima Anugerah LKYEF dari Pemerintah Singapura, Anies: Jakarta Pusat Perekonomian

Dari pertemuan itu, Anies lalu mendapatkan cerita bahwa pada awal Juli 1947, sang kakek AR Baswedan kembali dari Mesir membawa dokumen pengakuan Pemerintah Mesir atas kemerdekaan RI. Sang kakek lalu terdampar di Singapura.

AR Baswedan lalu mencari dan mendatangi sebuah keluarga yang masih ada hubungan kerabat dengan sang ibu mertua di Semarang. Keluarga itu adalah pasangan Syech Awab Baobed dan Siti Aisyah Basyarahil.

AR Baswedan meminta bantuan mereka untuk menjaga dokumen penting itu. Mereka setuju dan disimpanlah dokumen itu di lemari besi/brankas di rumah mereka yang beralamat Lorong 35, No 7, Geylang Road, Singapura.

Pada 10 Juni 1947, dokumen pengakuan ditandatangani oleh Perdana Menteri sekaligus Menlu Mesir Nokrashy Pasha. Negara Mesir menjadi negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia.

Delegasi yangg terdiri dari H Agus Salim, AR Baswedan, Nazir Pamoentjak, dan Rasjidi, memutuskan dokumen itu harus segera dibawa ke Tanah Air, untuk disampaikan kepada Bung Karno.

AR Baswedan ditugaskan berangkat dari Kairo ke Jakarta lewat Bahrain, Karachi, Kalkuta, Rangoon, lalu Singapura, kemudian Indonesia.

Dalam perjalanan pulang, sesampainya di Singapura, AR Baswedan sudah tidak punya ongkos lagi untuk meneruskan perjalanan ke Jakarta. Ia lalu menemui tokoh-tokoh di Singapura yang bersimpati pada kemerdekaan Indonesia. Selanjutnya, ia melakukan fund raising untuk bisa beli tiket, agar bisa terbang ke Jakarta.

Temui Omar Baobed di Singapura, Anies Napak Tilas Kisah Sang Kakek Memperjuangkan Kemerdekaan


Akhirnya pada 13 Juli 1947, AR Baswedan berangkat naik pesawat KLM dari Singapura ke Kemayoran. Menggunakan tiket hasil urunan para simpatisan perjuangan kemerdekaan Indonesia yang diorganisir oleh seorang pengusaha bernama Ibrahim Assegaf. Sebulan lamanya perjalanan dari Kairo ke Jakarta.

Karena seperti di Singapura, di hampir setiap kota ia harus berhenti beberapa waktu, fund raising untuk beli tiket agar bisa meneruskan perjalanannya. Berbekal kemampuan bahasa Arab, Inggris dan Belanda, AR Baswedan mendatangi tokoh-tokoh setempat mencari simpatisan, mencari dukungan biaya untuk beli tiket.

Alhasil, semua tiket pesawatnya adalah urunan dari simpatisan perjuangan kemerdekaan Indonesia di tiap kota yang dia kunjungi.

"Kami memang pernah mendengar langsung kisahnya bahwa ia terdampar di Singapura. Kehabisan bekal dsb, tapi baru tadi malam dengar detail kisah penitipan dokumen itu," kata Anies.

Temui Omar Baobed di Singapura, Anies Napak Tilas Kisah Sang Kakek Memperjuangkan Kemerdekaan


Dalam kunjungan ke Singapura, Anies mengaku beruntung bisa menyempatkan berkunjung ke Omar Baobed. "Keluarga ini sudah pindah dari Geylang Road, kini tinggal bersama anaknya, Feisal, seorang guru di Singapura. Beliau tunjukkan foto-foto orang tuanya sembari menceritakan kisah masa lalu yang Beliau dengar dari orang tuanya," beber Anies.

"Begitulah perjalanan perjuangan dan perjalanan hidup. Bersyukur bisa mendengar langsung, seakan melakukan napak tilas," sambung Anies.

Menurut Anies, dokumen pengakuan itu memang sangat penting pada masanya. Anies pun mengisahkan kalimat perpisahan yang diucapkan H Agus Salim pada sang kakek saat berpisah di Kairo.

“Bagi saya tidaklah penting apakah Saudara sampai di Tanah Air atau tidak. Yang penting, dokumen-dokumen itu sampai di Indonesia dengan selamat!" pesan H Agus salim.

Amanat itu dijalankan hingga akhirnya dokumen itu sampai di Tanah Air, dan diserahkan langsung kepada Bung Karno di Gedung Agung, Yogyakarta. Sejak saat itu Republik baru ini resmi memiliki pengakuan internasional.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anies Baswedan: Dino...
Anies Baswedan: Dino Patti Djalal Bukan Karbitan Jadi Diplomat, Bukan Pula Karbitan Jadi Pejabat
Mutiara Baswedan Lulus...
Mutiara Baswedan Lulus dari Harvard, Anies Ungkap Perjuangan Sang Putri
Komentari Situasi Terkini,...
Komentari Situasi Terkini, Anies Baswedan: Berikan Kepastian, Jangan Ketenangan Semu
Rekomendasi
MUI Tegaskan LGBT adalah...
MUI Tegaskan LGBT adalah Penyimpangan: Wajib Disembuhkan
Marc Marquez Juara MotoGP...
Marc Marquez Juara MotoGP Republik Ceko 2026
Refly Harun Ungkap Kondisi...
Refly Harun Ungkap Kondisi Terkini Roy Suryo dan Dokter Tifa
Berita Terkini
Saleh Husin, Retno Marsudi,...
Saleh Husin, Retno Marsudi, Triawan Munaf, Tantowi Yahya, hingga Mari Pangestu Latihan Menuju UI Green Marathon
Creavibe Fest 2026:...
Creavibe Fest 2026: Mahasiswa Desain Produk UMB Tampilkan Karya Fesyen Berkelanjutan
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
Kadishub DKI Sangkal...
Kadishub DKI Sangkal Anak Buahnya Minta Duit Rp250 Ribu ke Ojol yang Motornya Diangkut
Gempa Magnitudo 4,1...
Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Sigi, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Pascagempa M6,7
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved