Temui Omar Baobed di Singapura, Anies Napak Tilas Kisah Sang Kakek Memperjuangkan Kemerdekaan
Kamis, 15 September 2022 - 13:57 WIB
loading...
A
A
A
Delegasi yangg terdiri dari H Agus Salim, AR Baswedan, Nazir Pamoentjak, dan Rasjidi, memutuskan dokumen itu harus segera dibawa ke Tanah Air, untuk disampaikan kepada Bung Karno.
AR Baswedan ditugaskan berangkat dari Kairo ke Jakarta lewat Bahrain, Karachi, Kalkuta, Rangoon, lalu Singapura, kemudian Indonesia.
Dalam perjalanan pulang, sesampainya di Singapura, AR Baswedan sudah tidak punya ongkos lagi untuk meneruskan perjalanan ke Jakarta. Ia lalu menemui tokoh-tokoh di Singapura yang bersimpati pada kemerdekaan Indonesia. Selanjutnya, ia melakukan fund raising untuk bisa beli tiket, agar bisa terbang ke Jakarta.
![Temui Omar Baobed di Singapura, Anies Napak Tilas Kisah Sang Kakek Memperjuangkan Kemerdekaan]()
Akhirnya pada 13 Juli 1947, AR Baswedan berangkat naik pesawat KLM dari Singapura ke Kemayoran. Menggunakan tiket hasil urunan para simpatisan perjuangan kemerdekaan Indonesia yang diorganisir oleh seorang pengusaha bernama Ibrahim Assegaf. Sebulan lamanya perjalanan dari Kairo ke Jakarta.
Karena seperti di Singapura, di hampir setiap kota ia harus berhenti beberapa waktu, fund raising untuk beli tiket agar bisa meneruskan perjalanannya. Berbekal kemampuan bahasa Arab, Inggris dan Belanda, AR Baswedan mendatangi tokoh-tokoh setempat mencari simpatisan, mencari dukungan biaya untuk beli tiket.
Alhasil, semua tiket pesawatnya adalah urunan dari simpatisan perjuangan kemerdekaan Indonesia di tiap kota yang dia kunjungi.
AR Baswedan ditugaskan berangkat dari Kairo ke Jakarta lewat Bahrain, Karachi, Kalkuta, Rangoon, lalu Singapura, kemudian Indonesia.
Dalam perjalanan pulang, sesampainya di Singapura, AR Baswedan sudah tidak punya ongkos lagi untuk meneruskan perjalanan ke Jakarta. Ia lalu menemui tokoh-tokoh di Singapura yang bersimpati pada kemerdekaan Indonesia. Selanjutnya, ia melakukan fund raising untuk bisa beli tiket, agar bisa terbang ke Jakarta.

Akhirnya pada 13 Juli 1947, AR Baswedan berangkat naik pesawat KLM dari Singapura ke Kemayoran. Menggunakan tiket hasil urunan para simpatisan perjuangan kemerdekaan Indonesia yang diorganisir oleh seorang pengusaha bernama Ibrahim Assegaf. Sebulan lamanya perjalanan dari Kairo ke Jakarta.
Karena seperti di Singapura, di hampir setiap kota ia harus berhenti beberapa waktu, fund raising untuk beli tiket agar bisa meneruskan perjalanannya. Berbekal kemampuan bahasa Arab, Inggris dan Belanda, AR Baswedan mendatangi tokoh-tokoh setempat mencari simpatisan, mencari dukungan biaya untuk beli tiket.
Alhasil, semua tiket pesawatnya adalah urunan dari simpatisan perjuangan kemerdekaan Indonesia di tiap kota yang dia kunjungi.
Lihat Juga :