RTRW di Kobar Harus Sesuai Kondisi Eksisiting Wilayah

Kamis, 15 September 2022 - 08:49 WIB
loading...
RTRW di Kobar Harus Sesuai Kondisi Eksisiting Wilayah
Anggota DPRD Kobar Sri Lestari. iNews TV/Sigit
A A A
KOTAWARINGIN BARAT - DPRDKotawaringin Barat (Kobar) memberikan saran, agar Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kobar dapat disesuaikan dengan kondisi eksisting wilayah.

Hal tersebut disampaikan anggota DPRD Kobar Sri Lestari. Bahwa dirinya beserta Ketua DPRD Kobar dan sejumlah anggota, kemarin telah menghadiri kegiatan Konsultasi Publik Peninjauan Kembali Perda RTRW Kobar. Pada pokoknya, kegiatan tersebut adalah diskusi bersama meminta saran dan masukan terkait RTRW dari berbagai lembaga, yang ada di kabupaten Kotawaringin Barat.

"Kami dari lembaga DPRD menyarankan agar pola-pola ruang yang ada itu disesuaikan dengan kondisi eksisting di lapangan, supaya tidak berbenturan dengan kepentingan masyarakat, ketika nanti ingin mengelola lahan-lahan mereka," ujarnya, Rabu 14 September 2022.

Dia menjelaskan hal yang harus dilakukan penataan seperti kawasan pemukiman, kawasan industri, kawasan wisata, maupun kawasan penggunaan lainnya. Supaya masyarakat apabila melakukan usaha di kawasan tersebut, tidak bertentangan dengan aturan perundang-undangan.

"Jadi kami juga menyarankan supaya ada penetapan zona khusus, untuk wilayah pertambangan, perkebunan dan lain sebagainya. Sehingga masyarakat aman dari jeratan hukum," ungkapnya.

Baca: Terlilit Utang Judi Slot, Bos Bengkel Gadai Mobil Pelanggan Rp6,5 Juta.

Sebab, apabila penetapannya tidak disesuaikan dengan kondisi Eksisting wilayah, tentu akan terjadi permasalahan hukum yang melibatkan masyarakat.

"Kasihan masyarakat, mereka ingin bekerja untuk pemenuhan ekonomi keluarga, tetapi karena penetapan kawasan yang tidak sesuai, nantinya bisa bertentangan dengan aturan perundang-undangan. Harapan kami penetapan rencana tata ruang wilayah di Kobar juga tetap mempertimbangkan keseimbangan lingkungan yang ada," pungkasnya.
(nag)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1145 seconds (10.101#12.26)