Percepat Inklusi Keuangan, Holding Ultra Mikro Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Rabu, 14 September 2022 - 22:04 WIB
loading...
Percepat Inklusi Keuangan, Holding Ultra Mikro Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
UMi, dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI sebagai induk, bersama PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terbukti mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Foto ist
A A A
BOGOR - Selama setahun, sejak terbentuk pada pertengahan September 2021, Holding Ultra Mikro (UMi) berhasil mempercepat inklusi keuangan . UMi, dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI sebagai induk, bersama PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terbukti mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan tujuan holding yang diinisiasi Kementerian BUMN sejak setahun lalu tepatnya pada September 2021, mulai menampakan hasil positif. Menurut Sumarso, pencapaian itu karena ketiga entitas diarahkan untuk melayani masyarakat sebanyak mungkin hingga segmen usaha terkecil, dengan biaya seefisien mungkin. Baca juga: Kemitraan MotionPay-Universitas BSI Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan Mahasiswa

“Jadi kata kuncinya adalah sinergi. BRI, Pegadaian, dan PNM selama ini fokus menangani UMKM. Kemudian dibentuknya holding ini benar-benar bersinergi yang bisa di-KPI-kan secara bersama, tidak jalan sendiri-sendiri. Semuanya itu menyasar 55 juta nasabah ultra mikro di Indonesia,” ujar Sunarso, Rabu (14/9/2022).

Data dari Holding UMi hingga akhir Agustus 2022 tercatat jumlah nasabah yang telah diintegrasikan ketiga entitas Holding UMi mencapai 23,5 juta, nasabah dengan total outstanding pembiayaan sebesar Rp183,9 triliun.

"Pencapaian ini selaras dengan salah satu agenda prioritas dalam Presidensi G20 di Indonesia, yakni inklusi keuangan, utamanya terkait teknologi digital dan akses pembiayaan bagi UMKM," imbujnya.

Di samping itu, lanjutnya, BRI berhasil menaikkelaskan 1,8 juta nasabah KUR mikro ke komersial di tahun 2021. Dan pada tahun 2022 diprediksikan nasabah yang berhasil dinaikkelaskan mencapai 2,2 juta nasabah.

Tak hanya dari sisi pembiayaan, hingga Agustus 2022 integrasi layanan ketiga entitas atau co-location melalui Gerai Senyum sudah mencapai 1.003 lokasi. Sedangkan target awal adalah 978 lokasi Gerai Senyum."Penabung baru UMi mencapai 6,85 juta, adapun target awal sebanyak 3,3 juta. Nasabah PNM Mekaar yang bergabung sebagai Agen BRILink sudah mencapai 40.121," tutupnya.

Sunarso pun menjelaskan, sinergi melalui holding semakin memperkuat komitmen untuk meningkatkan pemberdayaan sehingga dapat mendorong peningkatan skala usaha pelaku bisnis di segmen UMi. Melalui PNM, Holding menjangkau masyarakat di bawah melalui mekanisme grup lending.

Sunarso menambahkan, Holding UMi merupakan sumber pertumbuhan baru bagi BRI ke depannya. “Ultra mikro ini selain sebagai sumber pertumbuhan baru akan memberikan banyak benefit, baik secara ekonomi maupun social value. Selain itu secara sustainable return kepada stakeholder BRI,” ujarnya. Baca juga: Fintech jadi Solusi Kurangi Kesenjangan Literasi Keuangan Perempuan dan Laki-laki

Pada kesempatan terpisah, Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan bahwa Holding UMi telah memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.

Ia menjelaskan, konsep pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang diadopsi ada dua. Pertama, bagaimana BUMN memastikan usaha pelakuUMKM dan UMi mendapatkan pembiayaan yang sesuai dilengkapi dengan pendampingan yang tidak kalah penting.

"Kedua, menjaga rantai pasok. Contoh bagaimana kita konsolidasi BRI, denganPNM, dan Pegadaian.BRIitu kan memastikanUMKMnaik kelas yang tadinya ultra mikro. MelaluiPNM pinjaman Rp1 juta-Rp4 juta, lalu naik ke Pegadaian yang pinjamannnya mungkin Rp20 juta-Rp50 juta, nanti naik lagi," tukasnya.

Setelah PNM tergabung dalam Holding Umi, PNM memperoleh sokongan likuiditas yang kuat dari BRI. “Jadi, fundamental yang kami terus bangun memang di ekonomi kerakyatan. Tidak anti yang besar, yang besar harus kami dorong juga," katanya.
(don)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2322 seconds (10.55#12.26)