Kencing Sembarangan di Gunung Bromo, Turis Asing Minta Maaf
Rabu, 14 September 2022 - 21:40 WIB
loading...
A
A
A
"Kencing di Gunung Bromo sama sekali tidak dapat ditoleransi dan kami 100 persen memahami amarah Anda. Kami hanyalah dua orang muda yang sangat menikmati masa tinggal kami di Indonesia. Kalian adalah negara yang sangat indah dengan begitu banyak budaya dan sejarah individu yang sangat berharga," terangnya.
"Kami benar-benar merasa sangat malu dan menyesal telah menghina kepercayaan, budaya, dan tempat suci Anda dengan cara yang menjijikkan," imbuhnya.
Baca juga: Mobil Jip Wisatawan Gunung Bromo Masuk Jurang saat Ingin Melihat Matahari Terbit
Turis tersebut menyebut perlakuan konyolnya lebih pada kurang mengetahui dan kurangnya edukasi akan sisi pemahaman adat istiadat serta kultur masyarakat Suku Tengger.
"Kami tidak bermaksud menghina Anda dengan sengaja dan yang terjadi adalah 100 persen, karena kurangnya pengetahuan dan kurangnya pendidikan di pihak kami. Kami ingin menggunakan kehadiran media saat ini untuk mendidik orang-orang seperti kami dan menyebarkan kesadaran tentang ketidaktahuan budaya," paparnya.
Di sisi lain tokoh adat Suku Tengger Probolinggo Supoyo mengaku sudah menerima permintaan maaf secara terbuka sang turis di Instagram. Tetapi pihaknya mengimbau agar tindakan tersebut jangan pernah diulangi lagi. "Sudah cukup," jawab Supoyo singkat.
"Kami benar-benar merasa sangat malu dan menyesal telah menghina kepercayaan, budaya, dan tempat suci Anda dengan cara yang menjijikkan," imbuhnya.
Baca juga: Mobil Jip Wisatawan Gunung Bromo Masuk Jurang saat Ingin Melihat Matahari Terbit
Turis tersebut menyebut perlakuan konyolnya lebih pada kurang mengetahui dan kurangnya edukasi akan sisi pemahaman adat istiadat serta kultur masyarakat Suku Tengger.
"Kami tidak bermaksud menghina Anda dengan sengaja dan yang terjadi adalah 100 persen, karena kurangnya pengetahuan dan kurangnya pendidikan di pihak kami. Kami ingin menggunakan kehadiran media saat ini untuk mendidik orang-orang seperti kami dan menyebarkan kesadaran tentang ketidaktahuan budaya," paparnya.
Di sisi lain tokoh adat Suku Tengger Probolinggo Supoyo mengaku sudah menerima permintaan maaf secara terbuka sang turis di Instagram. Tetapi pihaknya mengimbau agar tindakan tersebut jangan pernah diulangi lagi. "Sudah cukup," jawab Supoyo singkat.
Lihat Juga :