G20 Digital Innovation Network: Wadah Inovasi Digital untuk Menjawab Tantangan Global
Rabu, 14 September 2022 - 18:51 WIB
loading...
A
A
A
G20 DIN menghadirkan dua pembicara utama dari perusahaan teknologi terkemuka, seperti Yossi Matias, Vice President, Engineering and Research dari Google, dan Abhisht Arora, Head of Corporate Strategy dari Zoom sebagai pembicara untuk mengangkat isu tentang bagaimana cara memanfaatkan transformasi digital untuk menghadapi situasi di masa depan yang tidak menentu.
Penyelenggaraan G20 DIN Tech Conference selama dua hari diisi dengan empat sesi diskusi panel, dan lima sesi paralel Startup Pitching di 5 sektor prioritas yaitu kesehatan, energi bersih dan energi terbarukan, pendidikan dan teknologi, inklusifitas keuangan, dan rantai pasok barang.
Selanjutnya para startup digital dan perusahaan modal ventura memiliki kesempatan untuk saling bertemu selama pelaksanaan G20 Digital Innovation Network dalam 1-on-1 Business Meeting.
Hari pertama pada sesi panel mendiskusikan mengenai masa depan industri teknologi dari sudut pandang para unicorn startup, dengan narasumber berasal dari dua unicorn startup Indonesia, yaitu Teddy Oetomo, Presiden BukaLapak dan Albert, Co-founder Traveloka, serta panelis dari perusahaan konsultan global, Rohit Sethi, Senior Principal Kearney.
Baca: Bentrok 2 Fakultas Pecah, Aktivitas Mahasiswa di Kampus USU Diliburkan.
Pada diskusi panel pertama, Teddy Oetomo selaku Presiden BukaLapak mengemukakan pendapatnya tentang bagaimana bisnis online dan offline yang memiliki latar belakang berbeda dapat saling berkolaborasi.
"Saat ini semakin banyak kita melihat bagaimana online dan offline (bisnis) saling berkolaborasi dalam kemitraan untuk menemukan solusi, dan semakin banyak juga kita melihat bahwa inovasi teknologi menjadi sangat penting dan bukan hanya sekedar lip service,” pungkas Teddy.
Selanjutnya, diskusi panel kedua membahas tentang bagaimana memajukan investasi yang berkelanjutan di era pasca pandemi bersama perwakilan dari beberapa perusahaan modal ventura.
Sesi diskusi panel juga mengisi hari ketiga G20 DIN dengan dua pembahasan berbeda, yaitu pandangan mengenai investasi teknologi global dan tentang belajar cara menghadapi tantangan di masa pandemi dari para startup unicorn.
Penyelenggaraan G20 DIN Tech Conference selama dua hari diisi dengan empat sesi diskusi panel, dan lima sesi paralel Startup Pitching di 5 sektor prioritas yaitu kesehatan, energi bersih dan energi terbarukan, pendidikan dan teknologi, inklusifitas keuangan, dan rantai pasok barang.
Selanjutnya para startup digital dan perusahaan modal ventura memiliki kesempatan untuk saling bertemu selama pelaksanaan G20 Digital Innovation Network dalam 1-on-1 Business Meeting.
Hari pertama pada sesi panel mendiskusikan mengenai masa depan industri teknologi dari sudut pandang para unicorn startup, dengan narasumber berasal dari dua unicorn startup Indonesia, yaitu Teddy Oetomo, Presiden BukaLapak dan Albert, Co-founder Traveloka, serta panelis dari perusahaan konsultan global, Rohit Sethi, Senior Principal Kearney.
Baca: Bentrok 2 Fakultas Pecah, Aktivitas Mahasiswa di Kampus USU Diliburkan.
Pada diskusi panel pertama, Teddy Oetomo selaku Presiden BukaLapak mengemukakan pendapatnya tentang bagaimana bisnis online dan offline yang memiliki latar belakang berbeda dapat saling berkolaborasi.
"Saat ini semakin banyak kita melihat bagaimana online dan offline (bisnis) saling berkolaborasi dalam kemitraan untuk menemukan solusi, dan semakin banyak juga kita melihat bahwa inovasi teknologi menjadi sangat penting dan bukan hanya sekedar lip service,” pungkas Teddy.
Selanjutnya, diskusi panel kedua membahas tentang bagaimana memajukan investasi yang berkelanjutan di era pasca pandemi bersama perwakilan dari beberapa perusahaan modal ventura.
Sesi diskusi panel juga mengisi hari ketiga G20 DIN dengan dua pembahasan berbeda, yaitu pandangan mengenai investasi teknologi global dan tentang belajar cara menghadapi tantangan di masa pandemi dari para startup unicorn.
(nag)
Lihat Juga :