Dapur Sehat dan Kelas Ibu Hamil Cara Pemkab Simalungun Ciptakan Generasi Unggul dan Merdeka Stunting
Sabtu, 10 September 2022 - 15:14 WIB
loading...
A
A
A
Program dapur sehat dan kelas ibu hamil menurutnya juga disupervisi secara rutin sehingga mana yang perlu dievaluasi akan dibenahi dengan harapan masyarakat bisa menjadikan makanan bergizi seimbang sebagai budaya di tengah-tengah keluarga untuk menciptakan generasi unggul bagi Indonesia.
Upaya Pemkab Simalungun dalam penanganan stunting diakui dan diapresiasi Kepala Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Republik Indonesia (RI) Hasto Wardoyo. Dukungan itu disampaikan saat Hasto melakukan kunjungan kerja di RS Balimbingan, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupetan Simalungun, awal Juni 2022 lalu dalam rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-29 serta akselerasi program bangga kencana dan percepatan penurunan stunting.
Hasto mengatakan dalam upaya menurunkan angka stunting, Hasto mengatakan, Pemkab Simalungun sudah baik, dengan melakukan pencegahan ataupun pengawasan terhadap masyarakat yang akan menikah.
“Program Pemkab Simalungun sudah bagus sekali untuk menangani dan mencegah stunting dengan melakukan pemeriksaan kesehatan bagi pasangan yang akan menikah tiga bulan sebelum menikah dan pengembangan dapur sehat menyiapkan gizi berimbang bagi anak", sebut Hasto.
Zonny mengajak masyarakat dan stakeholders di daerahnya untuk peduli dan mendukung gerakan bersama menangani dan mencegah stunting melalui dapur sehat dan kelas ibu hamil, sehingga merdeka stunting menciptakan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045 di Kabupaten Simalungun bisa tercapai.
Dia juga mengapresiasi peran aktif sejumlah pihak swasta atau pelaku usaha seperti PT JAPFA Comfeed Indonesia,Tbk yang mendukung gerakan Pemkab Simalungun dalam penanganna stunting melalui program JAPFA for Kids.
Program JAPFA for Kids dinilai berperan membantun kebutuhan protein hewani anak-anak sekolah di kabupaten Simalungun melalui pemberian telur dan makanan lainnya yang mengandung protein hewani.
“Pemkab Simalungun memang sangat mengharapkan koloborasi pihak swasta seperti PT JAPFA dalam melakukan gerakan bersama menangani stunting, sehingga percepatan penurunan angka stunting hingga 14 persen tahun 2024 dan merdeka stunting bisa diwujudkan, karena pemerintah daerah juga anggarannya sangat terbatas,” kata Zonny.
Upaya Pemkab Simalungun dalam penanganan stunting diakui dan diapresiasi Kepala Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Republik Indonesia (RI) Hasto Wardoyo. Dukungan itu disampaikan saat Hasto melakukan kunjungan kerja di RS Balimbingan, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupetan Simalungun, awal Juni 2022 lalu dalam rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-29 serta akselerasi program bangga kencana dan percepatan penurunan stunting.
Hasto mengatakan dalam upaya menurunkan angka stunting, Hasto mengatakan, Pemkab Simalungun sudah baik, dengan melakukan pencegahan ataupun pengawasan terhadap masyarakat yang akan menikah.
“Program Pemkab Simalungun sudah bagus sekali untuk menangani dan mencegah stunting dengan melakukan pemeriksaan kesehatan bagi pasangan yang akan menikah tiga bulan sebelum menikah dan pengembangan dapur sehat menyiapkan gizi berimbang bagi anak", sebut Hasto.
Zonny mengajak masyarakat dan stakeholders di daerahnya untuk peduli dan mendukung gerakan bersama menangani dan mencegah stunting melalui dapur sehat dan kelas ibu hamil, sehingga merdeka stunting menciptakan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045 di Kabupaten Simalungun bisa tercapai.
Dia juga mengapresiasi peran aktif sejumlah pihak swasta atau pelaku usaha seperti PT JAPFA Comfeed Indonesia,Tbk yang mendukung gerakan Pemkab Simalungun dalam penanganna stunting melalui program JAPFA for Kids.
Program JAPFA for Kids dinilai berperan membantun kebutuhan protein hewani anak-anak sekolah di kabupaten Simalungun melalui pemberian telur dan makanan lainnya yang mengandung protein hewani.
“Pemkab Simalungun memang sangat mengharapkan koloborasi pihak swasta seperti PT JAPFA dalam melakukan gerakan bersama menangani stunting, sehingga percepatan penurunan angka stunting hingga 14 persen tahun 2024 dan merdeka stunting bisa diwujudkan, karena pemerintah daerah juga anggarannya sangat terbatas,” kata Zonny.
(don)
Lihat Juga :