Bekerja Seperti Biasa, 2 Pegawai di Tulungagung Positif Corona
Selasa, 14 April 2020 - 06:26 WIB
loading...
A
A
A
Dengan tambahan empat orang pasien positif baru, secara akumulatif jumlah pasien Covid-19 di Tulungagung menjadi 14 orang. Malam ini dua orang pasien menurut Bambang dikarantina di gedung Rusunawa yang sebelumnya sudah ada delapan pasien positif lain.
Karena berlatar belakang tenaga kesehatan keduanya tidak sulit memahami protokoler yang berlaku. "Sedang dua lainnya dikarantina di tempat yang sudah kita tentukan, salah satunya RSUD dr Iskak Tulungagung," papar Bambang.
Dalam waktu dekat keempat orang pasien positif baru tersebut akan kembali diambil swab. Dalam kesempatan itu Bambang juga menjelaskan hasil tracing pada orang orang yang pernah kontak dengan pasien positif yang juga dokter di RSUD dr Iskak Tulungagung.
Di lingkungan kerja yang bersangkutan, yakni rekan medis, dinyatakan negatif. Namun tracing masih akan berlanjut dilingkungan pasien Puskesmas Bangunjaya, dan Puskesmas Kalidawir. Termasuk juga warga yang sukarela meminta diperiksa. Sebab sebelum ada kebijakan meniadakan praktik sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19, terhitung tanggal 23-30 Maret yang bersangkutan sempat praktik di kedua puskesmas tersebut. "Yang ditracing jumlahnya ratusan," pungkas Bambang.
Karena berlatar belakang tenaga kesehatan keduanya tidak sulit memahami protokoler yang berlaku. "Sedang dua lainnya dikarantina di tempat yang sudah kita tentukan, salah satunya RSUD dr Iskak Tulungagung," papar Bambang.
Dalam waktu dekat keempat orang pasien positif baru tersebut akan kembali diambil swab. Dalam kesempatan itu Bambang juga menjelaskan hasil tracing pada orang orang yang pernah kontak dengan pasien positif yang juga dokter di RSUD dr Iskak Tulungagung.
Di lingkungan kerja yang bersangkutan, yakni rekan medis, dinyatakan negatif. Namun tracing masih akan berlanjut dilingkungan pasien Puskesmas Bangunjaya, dan Puskesmas Kalidawir. Termasuk juga warga yang sukarela meminta diperiksa. Sebab sebelum ada kebijakan meniadakan praktik sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19, terhitung tanggal 23-30 Maret yang bersangkutan sempat praktik di kedua puskesmas tersebut. "Yang ditracing jumlahnya ratusan," pungkas Bambang.
(yus)
Lihat Juga :