Pimpin Orkestra G20, Pianis Ananda Sukarlan Yakin Indonesia Bisa Diperhitugkan Dunia
Rabu, 07 September 2022 - 22:54 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Anada, Oerkestra yang melibatkan musisi dari 20 negara itu tidak sekedar pertnujukan musik klasik. Lebih dari itu, G20 Orchestra adalah sebuah dokumentasi sejarah yang dibuat dalam bentuk musik orkestra. Baca juga: Korea Music Festival in Jakarta 2016 Dipertanyakan Keabsahannya
"Kita bisa mengklaim juga bahwa kita buat orkestra ini sebagai warisan musik klasik, yang sebelumnya tidak ada orkestra yang anggotanya dari 20 negara. Musik itu bukan hanya sekedar hiburan, tapi juga bentuk dokumentasi, dari kejadian sejarah, juga satu bentuk diplomasi antarmanusia yang berbeda. Karena musik itu bahasa universal," pungkasnya.
Sebagai bahasa universal, tambahnya, musik juga bisa mempersatukan manusia dari berbagai latar belakang suku, ras dan status sosial. “Sudah dibuktikan, kita sudah berkumpul lima hari selama di Jakarta, musikus itu sudah kayak keluarga, mereka senang banget, persahabatan persaudaraannya luar biasa. Rencana kami tercapai, kita semua bersatu, bodoh amat dari agama apa, suku apa dan pandangan politiknya,” tuturnya.
Orkestra yang akan dimainkan bukan karya biasa tetapi karya-karya dari 100 tahun terakhir. "Itu harus terdokumentasi sehingga membuat kita semakin aware tentang apa yang akan dilakukan nanti," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa melalui sajian orkestra istimewa ini, dirinya juga ingin menampilkan kebudayaan Indonesia ke mata dunia. Karena itu, menurutnya, pilihan lokasi Candi Borobudur untuk menghelat orksetra istimewa tersebut sangat relevan dengan semangat memanfaatkan aset budaya sebagai media diplomasi.
"Kita bisa mengklaim juga bahwa kita buat orkestra ini sebagai warisan musik klasik, yang sebelumnya tidak ada orkestra yang anggotanya dari 20 negara. Musik itu bukan hanya sekedar hiburan, tapi juga bentuk dokumentasi, dari kejadian sejarah, juga satu bentuk diplomasi antarmanusia yang berbeda. Karena musik itu bahasa universal," pungkasnya.
Sebagai bahasa universal, tambahnya, musik juga bisa mempersatukan manusia dari berbagai latar belakang suku, ras dan status sosial. “Sudah dibuktikan, kita sudah berkumpul lima hari selama di Jakarta, musikus itu sudah kayak keluarga, mereka senang banget, persahabatan persaudaraannya luar biasa. Rencana kami tercapai, kita semua bersatu, bodoh amat dari agama apa, suku apa dan pandangan politiknya,” tuturnya.
Orkestra yang akan dimainkan bukan karya biasa tetapi karya-karya dari 100 tahun terakhir. "Itu harus terdokumentasi sehingga membuat kita semakin aware tentang apa yang akan dilakukan nanti," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa melalui sajian orkestra istimewa ini, dirinya juga ingin menampilkan kebudayaan Indonesia ke mata dunia. Karena itu, menurutnya, pilihan lokasi Candi Borobudur untuk menghelat orksetra istimewa tersebut sangat relevan dengan semangat memanfaatkan aset budaya sebagai media diplomasi.
Lihat Juga :