Kemendagri Bantu Pemda Wujudkan Akses Layanan Air Minum Layak
Jum'at, 02 September 2022 - 07:25 WIB
loading...
Dirjen Bina Bangda Kemendagri, Teguh Setyabudi saat lokakarya peningkatan kapasitas Pemda dan BUMD Air Minum di Mataram, NTB. Foto/Ist
A
A
A
MATARAM - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Bangda) membantu Pemerintah Daerah untuk mewujudkan akses layanan air minum layak.
Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Bangda Kemendagri, Teguh Setyabudi mengatakan, berdasarkan rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN), pada 2024 ditargetkan Indonesia memiliki akses air minum layak 100 persen.
Baca juga: Peringati Hari Air Sedunia, Kemendagri Tekankan Pentingnya Pengelolaan Air Minum
Dari jumlah tersebut, 15 persen di antaranya sudah dikategorikan ke dalam air minum aman. Selain itu, 30 persen dari 100 persen akses air minum layak tersebut ditargetkan dipenuhi melalui jaringan perpipaan. Dalam hal ini BUMDAM berperan penting dalam memenuhi target tersebut.
“Dalam RPJMN tahun 2020-2024 secara spesifik memandatkan bahwa di tahun 2024 seluruh BUMD Air minum yang saat ini berjumlah sekitar 300, diharapkan sudah memiliki kinerja sehat,” katanya dalam lokakarya peningkatan kapasitas Pemda dan BUMD Air Minum dalam mewujudkan akses layanan air minum di daerah dalam kerangka program National Urban Water Supply Project (NUWSP) di Mataram, NTB dikutip Jumat (2/9/2022).
Teguh Setyabudi menyatakan, pencapaian ini tidak mudah, oleh karena itu dibutuhkan kolaborasi seluruh pihak, baik pemerintah maupun non-pemerintah untuk meningkatkan akses dan kualitas air minum. Selain itu, Ditjen Bina Bangda Kemendagri dalam upaya pemenuhan standar pelayanan minimal (SPM) terus mengawal implementasi yang dilakukan Pemda.
Upaya ini alah satunya melalui Permendagri Nomor 59 Tahun 2021 tentang Penerapan SPM. Dia menambahkan bahwa Ditjen Bina Bangda berfokus pada pembinaan dan pendampingan Pemda.
Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Bangda Kemendagri, Teguh Setyabudi mengatakan, berdasarkan rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN), pada 2024 ditargetkan Indonesia memiliki akses air minum layak 100 persen.
Baca juga: Peringati Hari Air Sedunia, Kemendagri Tekankan Pentingnya Pengelolaan Air Minum
Dari jumlah tersebut, 15 persen di antaranya sudah dikategorikan ke dalam air minum aman. Selain itu, 30 persen dari 100 persen akses air minum layak tersebut ditargetkan dipenuhi melalui jaringan perpipaan. Dalam hal ini BUMDAM berperan penting dalam memenuhi target tersebut.
“Dalam RPJMN tahun 2020-2024 secara spesifik memandatkan bahwa di tahun 2024 seluruh BUMD Air minum yang saat ini berjumlah sekitar 300, diharapkan sudah memiliki kinerja sehat,” katanya dalam lokakarya peningkatan kapasitas Pemda dan BUMD Air Minum dalam mewujudkan akses layanan air minum di daerah dalam kerangka program National Urban Water Supply Project (NUWSP) di Mataram, NTB dikutip Jumat (2/9/2022).
Teguh Setyabudi menyatakan, pencapaian ini tidak mudah, oleh karena itu dibutuhkan kolaborasi seluruh pihak, baik pemerintah maupun non-pemerintah untuk meningkatkan akses dan kualitas air minum. Selain itu, Ditjen Bina Bangda Kemendagri dalam upaya pemenuhan standar pelayanan minimal (SPM) terus mengawal implementasi yang dilakukan Pemda.
Upaya ini alah satunya melalui Permendagri Nomor 59 Tahun 2021 tentang Penerapan SPM. Dia menambahkan bahwa Ditjen Bina Bangda berfokus pada pembinaan dan pendampingan Pemda.
Lihat Juga :