Kisah Tragis Ki Ageng Mangir, Ksatria Penentang Mataram yang Tewas di Tangan Mertua
Rabu, 31 Agustus 2022 - 05:37 WIB
loading...
A
A
A
Tahu bahwa ada rombongan grup kesenian Tayub menggelar pertunjukan di wilayahnya, Ki Mangir mengutus anak buahnya untuk mengundang Lara Kasihan dan timnya mengadakan pertunjukan di halaman Dalem Mangiran.
Ki Ageng Mangir yang menyaksikan pertunjukan itu langsung terpesona melihat paras Lara Kasihan yang begitu cantik. Ki Ageng Mangir jatuh cinta. Ki Ageng Mangir tanpa ragu meminta Lara Kasihan menjadi istrinya.
Disebutkan bahwa Retna Pembayun senang karena misinya untuk menjebak Ki Ageng Mangir telah berhasil. Namun, uniknya, meski ada misi dendam sang ayah, Pembayun menerima pinangan Ki Ageng Mangir karena dia juga mencintainya.
Keduanya jatuh cinta dan akhirnya menikah. Dalam perjalanan waktu, Lara Kasihan pun akhirnya hamil. Alangkah bahagianya Ki Ageng Mangir saat mengetahui istrinya hamil.
Namun, kebahagiaan itu hanya sesaat ketika Lara Kasihan terpaksa harus membuka topengnya. Kepada Ki Mangir, Lara Kasian mengaku bahwa dirinya adalah Retna Pembayun, putri dari Panembahan Senopati. Pengakuan itu bagai petir di siang bolong.
Baca: Negarakertagama, Kitab yang Jadi Saksi Kejayaan Majapahit.
Ki Ageng Mangir kaget dan marah karena merasa telah ditipu. Namun, cinta sejadi Pembayun seolah menghapus dendam dan niat sang ayah. Ia berusaha memberi solusi terbaik untuk suaminya.
Pembayun meyakinkan suaminya kalau dirinya benar-benar mencintainya. Ia pun kemudian membujuk suaminya untuk mau menghadap Panembahan Senopati sebagai mertuanya.
Ki Ageng Mangir yang menyaksikan pertunjukan itu langsung terpesona melihat paras Lara Kasihan yang begitu cantik. Ki Ageng Mangir jatuh cinta. Ki Ageng Mangir tanpa ragu meminta Lara Kasihan menjadi istrinya.
Disebutkan bahwa Retna Pembayun senang karena misinya untuk menjebak Ki Ageng Mangir telah berhasil. Namun, uniknya, meski ada misi dendam sang ayah, Pembayun menerima pinangan Ki Ageng Mangir karena dia juga mencintainya.
Keduanya jatuh cinta dan akhirnya menikah. Dalam perjalanan waktu, Lara Kasihan pun akhirnya hamil. Alangkah bahagianya Ki Ageng Mangir saat mengetahui istrinya hamil.
Namun, kebahagiaan itu hanya sesaat ketika Lara Kasihan terpaksa harus membuka topengnya. Kepada Ki Mangir, Lara Kasian mengaku bahwa dirinya adalah Retna Pembayun, putri dari Panembahan Senopati. Pengakuan itu bagai petir di siang bolong.
Baca: Negarakertagama, Kitab yang Jadi Saksi Kejayaan Majapahit.
Ki Ageng Mangir kaget dan marah karena merasa telah ditipu. Namun, cinta sejadi Pembayun seolah menghapus dendam dan niat sang ayah. Ia berusaha memberi solusi terbaik untuk suaminya.
Pembayun meyakinkan suaminya kalau dirinya benar-benar mencintainya. Ia pun kemudian membujuk suaminya untuk mau menghadap Panembahan Senopati sebagai mertuanya.
Lihat Juga :