Penetrasi Internet Meningkat, Perdagangan Makanan dan Obat Ilegal Lewat E-Commerce Marak
Kamis, 25 Agustus 2022 - 18:11 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, kata Dewi, masyarakat juga perlu mendapatkan informasi yang akurat dan berimbang. Di sisi lain pelaku usaha juga harus mematuhi aturan yang berlaku. "Untuk masyarakat juga harus mempunyai kesadaran untuk membeli produk dari perdagangan legal dan menambah kecakapan digitalnya dengan etika,” katanya.
Sementara itu, Founder Sobat Cyber Indonesia Al Akbar Ramadillah menyebut penetrasi internet Indonesia mencapai 77,02% dari jumlah penduduk. Data penduduk yang terkoneksi internet pada 2021-2022 sebanyak 210.026.769 jiwa dari total populasi 272.682.600 jiwa.
“Pandemi virus Covid-19 telah mendorong terjadinya perubahan struktural yang sangat cepat menyebabkan tekanan lebih besar untuk memperbaharui keterampilan lokalisasi peluang kewirausahaan, namun di lain sisi juga menimbulkan dampak negative,” ujar Akbar.
Baca: Polres Kepulauan Talaud Tangkap Pelaku Judi Togel Online di Melonguane Barat.
Salah satunya praktik perdagangan makanan dan obat illegal melalui e-commerce. Akbar mengimbau kepada semua pihak untuk Bersama-sama mencegah praktik ini. Pengendalian peredaran makanan dan obat-obatan melalui internet ini bisa menjadi maslah besar bangsa ini. Karena Indonesia akan mendapatkan bonus demografi yang besar, jika banyak obat-obatan dan makanan yang ilegal dan bahaya dalam kandungan di dalamnya, ini akan menjadi bahaya untuk generasi penerus bangsa ini.
“Perlunya pencegahan dan antisipasi dampak negatif broadband dan bagaimana mengoptimalkan potensi digital dan mengurangi dampak negatif internet di Indonesia? Itu harus dilakukan terutama oleh pemerintah,” pungkasnya.
Sementara itu, Founder Sobat Cyber Indonesia Al Akbar Ramadillah menyebut penetrasi internet Indonesia mencapai 77,02% dari jumlah penduduk. Data penduduk yang terkoneksi internet pada 2021-2022 sebanyak 210.026.769 jiwa dari total populasi 272.682.600 jiwa.
“Pandemi virus Covid-19 telah mendorong terjadinya perubahan struktural yang sangat cepat menyebabkan tekanan lebih besar untuk memperbaharui keterampilan lokalisasi peluang kewirausahaan, namun di lain sisi juga menimbulkan dampak negative,” ujar Akbar.
Baca: Polres Kepulauan Talaud Tangkap Pelaku Judi Togel Online di Melonguane Barat.
Salah satunya praktik perdagangan makanan dan obat illegal melalui e-commerce. Akbar mengimbau kepada semua pihak untuk Bersama-sama mencegah praktik ini. Pengendalian peredaran makanan dan obat-obatan melalui internet ini bisa menjadi maslah besar bangsa ini. Karena Indonesia akan mendapatkan bonus demografi yang besar, jika banyak obat-obatan dan makanan yang ilegal dan bahaya dalam kandungan di dalamnya, ini akan menjadi bahaya untuk generasi penerus bangsa ini.
“Perlunya pencegahan dan antisipasi dampak negatif broadband dan bagaimana mengoptimalkan potensi digital dan mengurangi dampak negatif internet di Indonesia? Itu harus dilakukan terutama oleh pemerintah,” pungkasnya.
(nag)
Lihat Juga :