PSBB Akan Berakhir, DKI Diminta Kaji Matang Sebelum Terapkan New Normal

Rabu, 01 Juli 2020 - 07:57 WIB
loading...
A A A
"Jangan sampai kita berani membuka (PSBB), masuk ke new normal, tapi keadaan data masih belum memungkinkan. Jangan dipaksa, tidak perlu tergesa-gesa," ujar Jokowi saat menyampaikan pengarahan melalui telekonferensi dari Provinsi Jawa Tengah kemarin. (Baca juga: Mal Masih Lesu)

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengingatkan, keputusan memberlakukan new normal harus berdasarkan data saintifik dan pendapat para ahli. "Data-data itu dipakai. Jangan sampai Rt-nya masih tinggi di atas 1, R0 masih tinggi sudah berani buka. Hati-hati, jangan membuat kebijakan tanpa data science yang jelas," katanya.

Kendati Jakarta masih berkutat dengan masalah pandemi, sejumlah pihak justru mendukung Pemprov DKI membuat pelonggaran sebagai tahapan sebelum masuk era new normal. Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Zita Anjani, mengatakan, saatnya Pemprov DKI berinovasi dan tidak lagi mengurung diri. Tidak ada yang perlu khawatir berlebihan sepanjang protokol kesehatan Covid-19 dijalankan dengan baik, melibatkan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat. "Pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama. Semua harus patuh. Ini saatnya DKI bangkit," katanya melalui pesan singkat kemarin.

Zita menuturkan, banyak negara di dunia saat ini mencoba hidup berdampingan dengan Covid-19. Itu harus dilakukan sampai kemudian vaksin Covid-19 ditemukan. Dia juga mendorong pemerintah menciptakan vaksin sendiri. "Saatnya berinovasi. Jangan berpikir kapan vaksinnya ada, tapi bagaimana generasi anak bangsa bisa menciptakan vaksin sendiri," ujarnya. (Lihat videonya: Lima Rumah warga Terseret Longsor di Palopo)

Pengamat perkotaan dari Universitas Trisakti, Nirwono Joga, mengatakan, selama masa PSBB transisi ini masyarakat Jabodetabek pada dasarnya sudah bergerak memasuki new normal. Dia justru menyarankan Pemprov DKI Jakarta segera memfasilitasi protokol kesehatan normal baru dengan ketat di lapangan, seperti di mal, angkutan umum, perkantoran, hingga pasar rakyat untuk mencegah penyebaran dan kluster baru.

"Jakarta sudah harus berani masuk ke normal baru karena bagaimanapun Jakarta tetap menjadi barometer semuanya, termasuk penanganan Covid-19, memasuki normal baru, serta menggerakkan perekonomian nasional," kata Nirwono melalui pesan singkatnya kemarin. (Bima Setyadi/Bakti)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
SPMB Jakarta 2026, Pengajuan...
SPMB Jakarta 2026, Pengajuan Akun dan Verifikasi KK Jenjang SMA dan SMK Telah Dibuka
KJP Juni 2026 Belum...
KJP Juni 2026 Belum Cair? Simak Prediksi Tanggal Pencairan dan Cara Mengurusnya
Warga Jakarta Bisa Nikmati...
Warga Jakarta Bisa Nikmati Pembebasan PBB-P2 100%, Ini Kriterianya
Rekomendasi
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
Berita Terkini
3 Yayasan Sah di Bawah...
3 Yayasan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Akan Berdampak Hukum
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
Infografis
Rp1 Miliar Lebih Denda...
Rp1 Miliar Lebih Denda Pelanggaran PSBB di DKI Jakarta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved