PSBB Akan Berakhir, DKI Diminta Kaji Matang Sebelum Terapkan New Normal

Rabu, 01 Juli 2020 - 07:57 WIB
loading...
PSBB Akan Berakhir,...
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta perlu mengkaji matang sebelum memutuskan memperlonggar aktivitas warga mengingat kasus Covid-19 di Ibu Kota masih tinggi dan mengancam keselamatan warga. Foto/Koran SINDO
A A A
JAKARTA - Jakarta akan mengakhiri masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi tahap pertama pada 2 Juli besok. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta perlu mengkaji matang sebelum memutuskan memperlonggar aktivitas warga mengingat kasus Covid-19 di Ibu Kota masih tinggi dan mengancam keselamatan warga.

Banyak pertimbangan yang harus diperhatikan Pemprov DKI. Sejauh ini tren penambahan pasien positif di DKI per pekan masih fluktuatif. Jika melihat grafik kasus baru, tren penurunan kasus Covid-19 di Ibu Kota tampak belum stabil. Kemarin kasus baru bahkan bertambah 193 orang sehingga total kasus positif di DKI sebanyak 11.276 orang.

Selain itu, masih banyak RW di Ibu Kota yang masuk kategori zona rawan. Meski RW rawan sempat berkurang drastis pekan lalu, namun beberapa hari ini muncul 22 RW baru yang membuat zona rawan bertambah menjadi 27 RW. (Baca: PSBB Transisi Berakhir 2 Juli, DKI Disarankan Terapkan New Normal)

Pakar epidemiologi dari Universitas Indonesia (UNI) Syahrizal Syarief mengatakan, DKI sebenarnya harus diultimatum untuk menurunkan grafik kasus baru sebagaimana yang dilakukan kepada Provinsi Jawa Timur. Pekan lalu, Presiden Joko Widodo memberi tenggat Jawa Timur menurunkan grafik kasus positif selama dua pekan.

Ultimatum untuk DKI penting karena dari aspek risiko, penduduk Jakarta masih sangat rentan tertular Covid-19. Syahrizal menunjukkan data risiko dua provinsi ini per 26 Juni. Jika diperhitungkan dengan jumlah penduduk, risiko warga DKI terkena Covid-19 masih tinggi, yakni 104,82 per 100.000 penduduk.

Risiko DKI jauh di atas Jawa Timur (Jatim) yang saat ini tercatat sebagai daerah dengan pasien positif Covid-19 terbanyak di Indonesia. Risiko tertular penduduk Jatim 27,74 per 100.000 penduduk. Risiko penduduk DKI terkena Covid-19 itu 3,8 kali lebih besar dibandingkan penduduk Jatim. “Tapi itu data 26 Juni, untuk hari ini datanya pasti berbeda,” ujarnya kemarin.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Ini Lokasinya
KJP Plus Tahap 1 2026...
KJP Plus Tahap 1 2026 Sudah Cair, Cek Rincian Dana yang Diterima Siswa
Pekan Raya Jakarta 2026...
Pekan Raya Jakarta 2026 Belum Humanis bagi Pengunjungnya
Rekomendasi
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Berita Terkini
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
Pimpin Gerakan ASRI...
Pimpin Gerakan ASRI di Banyuwangi, Safrizal Ajak Masyarakat Bangun Budaya Kebersihan
Pimpin ASEAN Smart Cities,...
Pimpin ASEAN Smart Cities, Indonesia Paparkan Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir
Infografis
Pendiri Microsoft Bill...
Pendiri Microsoft Bill Gates: Covid-19 Akan Berakhir pada 2022
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved