Gubernur Tegaskan Realokasi Penggunaan Anggaran COVID-19 Diawasi Ketat
Selasa, 30 Juni 2020 - 19:49 WIB
loading...
A
A
A
"Sulsel walaupun refocusing Rp500 miliar, setengah saja belum terpakai, karena rasa gotong royong tinggi di Sulsel," ujarnya.
"Semua betul-betul menggunakan prinsip akuntabilitas pendampingan dari inspektorat dan kejaksaan tinggi," lanjut Nurdin Abdullah.
Ia kembali menegaskan, anggaran besar yang tersedia saat ini tidak dapat menuntaskan penanganan COVID-19 tanpa komitmen masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan dengan penuh disiplin dan tanggung jawab.
"Kasus positif terus melonjak di Sulawesi Selatan karena masyarakat yang sudah jenuh tinggal di rumah keluar tidak mengindahkan protokol kesehatan, hasilnya kita lihat kasus perhari terus meningkat," kata dia.
Tingginya angka positif COVID-19 di Sulsel, kata Nurdin, disebabkan oleh transmisi lokal akibat ketidakpatuhan dan ketidakdisiplinan masyarakat pada bahaya COVID-19 . Untuk itu, ia menilai upaya sosialisasi dan edukasi masyarakat perlu dioptimalkan.
Baca Juga: KPK Minta Pemprov Sulsel Buka Kantor di Mattoanging
"Semua betul-betul menggunakan prinsip akuntabilitas pendampingan dari inspektorat dan kejaksaan tinggi," lanjut Nurdin Abdullah.
Ia kembali menegaskan, anggaran besar yang tersedia saat ini tidak dapat menuntaskan penanganan COVID-19 tanpa komitmen masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan dengan penuh disiplin dan tanggung jawab.
"Kasus positif terus melonjak di Sulawesi Selatan karena masyarakat yang sudah jenuh tinggal di rumah keluar tidak mengindahkan protokol kesehatan, hasilnya kita lihat kasus perhari terus meningkat," kata dia.
Tingginya angka positif COVID-19 di Sulsel, kata Nurdin, disebabkan oleh transmisi lokal akibat ketidakpatuhan dan ketidakdisiplinan masyarakat pada bahaya COVID-19 . Untuk itu, ia menilai upaya sosialisasi dan edukasi masyarakat perlu dioptimalkan.
Baca Juga: KPK Minta Pemprov Sulsel Buka Kantor di Mattoanging
Lihat Juga :