218.286 Balita di Jabar Alami Stunting, 4 Kabupaten dan Kota Ini Penyumbang Paling Besar
Sabtu, 20 Agustus 2022 - 15:40 WIB
loading...
A
A
A
"Adapun rata-rata penurunan stunting dalam 3 tahun terakhir di Jabar adalah 1,35 persen per tahun," tambahnya.
Juanita melanjutkan, prevalensi stunting di Jabar pada 2021 masuk alam kategori tinggi. Pihaknya pun telah melakukan berbagai langkah penanganan stunting lewat program intervensi spesifik dan sensitif.
Baca: 7 Juta Bayi Berpotensi Stunting di 2024, Begini Respons Kepala BKKBN
Adapun itervensi spesifik antara lain pemberian tablet penambah darah bagi ibu hamil dan remaja puteri, promosi dan konseling menyusui, promosi dan konseling pemberian makanan bayi, hingga suplementasi lewat pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil kurang energi kronik dan balita gizi kurang.
"Sedangkan intervensi sensitive atara lain pelayanan keluarga berencana (KB) pasca persalinan pemeriksaan kesehatan yang merupakan bagian dari pelayanan pranikah dan meningkatkan cakupan rumah tangga untuk mendapatkan akses air minum layak di kabupaten/kota lokasi prioritas," paparnya.
Lebih lanjut, Juanita mengatakan, berbagai faktor menjadi penyebab masih banyaknya balita stunting di Jabar, di antaranya kurangnya akses makanan bergizi.
Juanita melanjutkan, prevalensi stunting di Jabar pada 2021 masuk alam kategori tinggi. Pihaknya pun telah melakukan berbagai langkah penanganan stunting lewat program intervensi spesifik dan sensitif.
Baca: 7 Juta Bayi Berpotensi Stunting di 2024, Begini Respons Kepala BKKBN
Adapun itervensi spesifik antara lain pemberian tablet penambah darah bagi ibu hamil dan remaja puteri, promosi dan konseling menyusui, promosi dan konseling pemberian makanan bayi, hingga suplementasi lewat pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil kurang energi kronik dan balita gizi kurang.
"Sedangkan intervensi sensitive atara lain pelayanan keluarga berencana (KB) pasca persalinan pemeriksaan kesehatan yang merupakan bagian dari pelayanan pranikah dan meningkatkan cakupan rumah tangga untuk mendapatkan akses air minum layak di kabupaten/kota lokasi prioritas," paparnya.
Lebih lanjut, Juanita mengatakan, berbagai faktor menjadi penyebab masih banyaknya balita stunting di Jabar, di antaranya kurangnya akses makanan bergizi.
Lihat Juga :