Diduga Diterkam Harimau, Saipul Ritonga Tinggal Tulang Belulang
Jum'at, 19 Agustus 2022 - 19:28 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Mengenaskan! Cari Sinyal ke Atas Bukit, Pemuda di Merangin Tewas Diterkam Harimau
"Sahruddin kemudian berusaha mengumpulkan anggota tubuh korban yang berserakan. Namun Saruddin mendengar suara-suara aneh dari balik rimbunan belukar yang diduga adalah harimau sumatera," kata Haray, Jumat (19/8/2022).
Sahruddin pun bergegas pulang dan memberitahu warga Dusun Adian dan menghubungi keluarga lainnya yang berdomisili di luar Desa Lobu Tayas.
Malam harinya beberapa puluh orang warga dari dusun lainnya bersama Kepala Desa Lobu Tayas mendatangi lokasi. Namun warga tidak berani mengumpulkan potongan tubuh korban yang tinggal tulang-belulang, karena harimau Sumatera tidak mau menjauh dari lokasi.
"Pencarian ditunda hingga pagi hari dan berhasil mengumpulkan tulang-belulang korban lalu dimakamkan di Dusun Sitalak," terangnya.
Saat melakukan pencarian korban, kata Haray, warga menemukan banyak jerat di sekitar lokasi.
Pada pertengahan Juni, YALS bersama relawan mengangkat 40 jerat dari seling baja tidak jauh dari Dusun Sitalak, Desa Lobu Tayas dan telah melakukan sosialisasi tentang dampak pemasangan jerat.
"Sahruddin kemudian berusaha mengumpulkan anggota tubuh korban yang berserakan. Namun Saruddin mendengar suara-suara aneh dari balik rimbunan belukar yang diduga adalah harimau sumatera," kata Haray, Jumat (19/8/2022).
Sahruddin pun bergegas pulang dan memberitahu warga Dusun Adian dan menghubungi keluarga lainnya yang berdomisili di luar Desa Lobu Tayas.
Malam harinya beberapa puluh orang warga dari dusun lainnya bersama Kepala Desa Lobu Tayas mendatangi lokasi. Namun warga tidak berani mengumpulkan potongan tubuh korban yang tinggal tulang-belulang, karena harimau Sumatera tidak mau menjauh dari lokasi.
"Pencarian ditunda hingga pagi hari dan berhasil mengumpulkan tulang-belulang korban lalu dimakamkan di Dusun Sitalak," terangnya.
Saat melakukan pencarian korban, kata Haray, warga menemukan banyak jerat di sekitar lokasi.
Pada pertengahan Juni, YALS bersama relawan mengangkat 40 jerat dari seling baja tidak jauh dari Dusun Sitalak, Desa Lobu Tayas dan telah melakukan sosialisasi tentang dampak pemasangan jerat.
Lihat Juga :