Jelang Penilaian Adipura, Pemkab Maros Genjot Pembenahan
Selasa, 16 Agustus 2022 - 21:58 WIB
loading...
Bupati Maros, AS Chaidir Syam memimpin rapat koordinasi awal persiapan penilaian Piala Adipura, beberapa waktu lalu, Foto: SINDOnews/Najmi S Limonu
A
A
A
MAROS - Pemkab Maros melalui Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup menggenjot pembenahan jelang penilaian Adipura. Saat ini, tahap penilaian sudah dimulai di beberapa daerah Indonesia.
Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup, Amiruddin mengatakan, rapat koordinasi jelang penilaian juga terus dilakukan. Rapat melibatkan sejumlah pihak terkait, ada camat, lurah dan kepala puskesmas.
Baca juga: Bupati Maros Target Raih Piala Adipura Ketujuh
Meski belum ada jadwal penilaian untuk di Kabupaten Maros, namun kata dia tim penilai Adipura di seluruh Indonesia sudah mulai bergerak sejak 10 Agustus lalu.
"Makanya kita terus melakukan persiapan. Nah melalui rapat ini juga dibahas mengenai evaluasi yang masih perlu dilakukan," katanya, Selasa (16/8/2022).
Dia mengatakan, dalam rapat tersebut yang ditekankan lebih kepada kebersihan, pengecatan dan tempat sampah.
"Yang masih dianggap kurang itu di pasar dan daerah terminal. Pedagang kaki lima masih perlu ditata dan diperhatikan kebersihannya," jelas mantan Kadisnaker Maros ini.
Amiruddin juga mengatakan, lokasi yang menjadi titik pantau itu tersebar di empat kecamatan, yakni Turikale, Mandai, Maros Baru dan Kecamatan Lau.
Baca juga: Bupati Maros Beri Pembekalan Calon Paskibraka 2022
"Semuanya ada 60 titik tersebar di 4 kecamatan. Ada area perkantoran, perumahan, pasar, ruang terbuka hijau, taman kota, arteri jalan utama atau Jalan Poros, saluran terbuka dan bantaran sungai," urainya.
Dia pun meminta agar pihak-pihak terkait untuk segera membenahi hal-hal yang masih dianggap perlu sebelum tim penilai Adipura turun.
"Tim sudah bergerak sejak tanggal 10 Agustus. Tapi untuk di Maros kita belum tahu jadwalnya. Hanya saja kita imbau untuk tetap stand by dengan menjaga kebersihan lingkungan," jelasnya.
Dia juga menambahkan, kalau penilaian Adipura ini baru kembali digelar setelah sempat terhenti akibat pandemi Covid-19.
"Jadi sudah tiga tahun tidak ada penilaianAdipura, itu disebabkan adanya pandemi Covid-19. Nah ini baru lagi dilakukan setelah tiga tahun," akunya.
Baca juga: Ranperda Pengolahan Sampah Maros Diharap Bisa Budayakan Hidup Sehat
Sementara itu Bupati Maros, AS Chaidir Syam mengimbau agar Maros bisa kembali meraih piala Adipura.
"Semoga kita semua bisa melakukan langkah-langkah atau semangat terus untuk menjaga kebersihan terutama di lingkungan kita berada," harapnya.
Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup, Amiruddin mengatakan, rapat koordinasi jelang penilaian juga terus dilakukan. Rapat melibatkan sejumlah pihak terkait, ada camat, lurah dan kepala puskesmas.
Baca juga: Bupati Maros Target Raih Piala Adipura Ketujuh
Meski belum ada jadwal penilaian untuk di Kabupaten Maros, namun kata dia tim penilai Adipura di seluruh Indonesia sudah mulai bergerak sejak 10 Agustus lalu.
"Makanya kita terus melakukan persiapan. Nah melalui rapat ini juga dibahas mengenai evaluasi yang masih perlu dilakukan," katanya, Selasa (16/8/2022).
Dia mengatakan, dalam rapat tersebut yang ditekankan lebih kepada kebersihan, pengecatan dan tempat sampah.
"Yang masih dianggap kurang itu di pasar dan daerah terminal. Pedagang kaki lima masih perlu ditata dan diperhatikan kebersihannya," jelas mantan Kadisnaker Maros ini.
Amiruddin juga mengatakan, lokasi yang menjadi titik pantau itu tersebar di empat kecamatan, yakni Turikale, Mandai, Maros Baru dan Kecamatan Lau.
Baca juga: Bupati Maros Beri Pembekalan Calon Paskibraka 2022
"Semuanya ada 60 titik tersebar di 4 kecamatan. Ada area perkantoran, perumahan, pasar, ruang terbuka hijau, taman kota, arteri jalan utama atau Jalan Poros, saluran terbuka dan bantaran sungai," urainya.
Dia pun meminta agar pihak-pihak terkait untuk segera membenahi hal-hal yang masih dianggap perlu sebelum tim penilai Adipura turun.
"Tim sudah bergerak sejak tanggal 10 Agustus. Tapi untuk di Maros kita belum tahu jadwalnya. Hanya saja kita imbau untuk tetap stand by dengan menjaga kebersihan lingkungan," jelasnya.
Dia juga menambahkan, kalau penilaian Adipura ini baru kembali digelar setelah sempat terhenti akibat pandemi Covid-19.
"Jadi sudah tiga tahun tidak ada penilaianAdipura, itu disebabkan adanya pandemi Covid-19. Nah ini baru lagi dilakukan setelah tiga tahun," akunya.
Baca juga: Ranperda Pengolahan Sampah Maros Diharap Bisa Budayakan Hidup Sehat
Sementara itu Bupati Maros, AS Chaidir Syam mengimbau agar Maros bisa kembali meraih piala Adipura.
"Semoga kita semua bisa melakukan langkah-langkah atau semangat terus untuk menjaga kebersihan terutama di lingkungan kita berada," harapnya.
(luq)
Lihat Juga :