Mahasiswa Kalla Institute Gelar Seminar Kebangsaan dan Nasionalisme
Selasa, 16 Agustus 2022 - 13:27 WIB
loading...
A
A
A
Dalam sesi tanya jawab, Andi Januar Jaury mengatakan bahwa optimalisasi nilai-nilai kebangsaan memang harus dimulai dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Setelah itu, para pelajar dan mahasiswa inilah yang akan bawa ke tatanan kehidupan bermasyarakat.
“Sebagai otoritas pengambil kebijakan, kami mencoba meramu di tingkat regional dalam menguatkan Pancasila secara khusus dan 4 pilar dalam skema wawasan kebangsaan. Anak muda tentu harus mengambil peran yang banyak dalam mewujudkan nilai nilai Pancasila saat ini,” jelasnya.
“Untuk generasi muda kita sekarang, generasi z dan y mereka disibukkan dengan sosial media, media digital, teknologi dan lainnya. Hal ini sebenarnya ruang yang justru berpotensi mempercepat politik identitas. Ini kalau tidak diawasi akan meruntuhkan nasionalisme kita. Yang Namanya globalisasi susah di bendung, maka dari itu lewat kegiatan seperti ini harusnya menjadi asupan yang baik untuk membentengi anak muda kita dari kehilangan identitas bernegara," sambung dia.
Perwakilan dari pemerintah dalam hal ini Kamaluddin Nur memberikan contoh kepada para peserta, dengan membandingkan negara Korea Selatan dan China dalam hal bernegara. Dia mengatakan negara Korea Selatan dan China bisa maju karena telah tertanam jiwa nasional yang kuat dalam diri setiap masyarakatnya.
“Hal ini harus dijadikan contoh, jika Indonesia ingin menjadi negara yang kuat harus menanamkan nilai nilai Pancasila dan nasionalisme di masyarakat. Kita bisa mulai dari pelajar khususnya, dimana kegiatan kegiatan seminar tentang kebangsaan harusnya menjadi kegiatan yang banyak mereka ikuti. Pelajar PKN harusnya bukan lagi menjadi pelajaran tambahan tetapi menjadi pelajaran utama,“ ungkapnya.
“Sebagai otoritas pengambil kebijakan, kami mencoba meramu di tingkat regional dalam menguatkan Pancasila secara khusus dan 4 pilar dalam skema wawasan kebangsaan. Anak muda tentu harus mengambil peran yang banyak dalam mewujudkan nilai nilai Pancasila saat ini,” jelasnya.
“Untuk generasi muda kita sekarang, generasi z dan y mereka disibukkan dengan sosial media, media digital, teknologi dan lainnya. Hal ini sebenarnya ruang yang justru berpotensi mempercepat politik identitas. Ini kalau tidak diawasi akan meruntuhkan nasionalisme kita. Yang Namanya globalisasi susah di bendung, maka dari itu lewat kegiatan seperti ini harusnya menjadi asupan yang baik untuk membentengi anak muda kita dari kehilangan identitas bernegara," sambung dia.
Perwakilan dari pemerintah dalam hal ini Kamaluddin Nur memberikan contoh kepada para peserta, dengan membandingkan negara Korea Selatan dan China dalam hal bernegara. Dia mengatakan negara Korea Selatan dan China bisa maju karena telah tertanam jiwa nasional yang kuat dalam diri setiap masyarakatnya.
“Hal ini harus dijadikan contoh, jika Indonesia ingin menjadi negara yang kuat harus menanamkan nilai nilai Pancasila dan nasionalisme di masyarakat. Kita bisa mulai dari pelajar khususnya, dimana kegiatan kegiatan seminar tentang kebangsaan harusnya menjadi kegiatan yang banyak mereka ikuti. Pelajar PKN harusnya bukan lagi menjadi pelajaran tambahan tetapi menjadi pelajaran utama,“ ungkapnya.
Lihat Juga :