Dampak Corona, Pendapatan Uji KIR Kabupaten Bekasi Turun 30%
Selasa, 30 Juni 2020 - 12:36 WIB
loading...
A
A
A
Untuk mengantisipasi penurunan pendapatan daerah, Yana sempat tetap membuka pelayanan uji KIR dengan menerapkan protokol kesehatan. Namun ternyata, pemohon yang datang membludak. Akhirnya, pihaknya membatasi jam pelayanan sampai jam 11.00 WIB, tetapi tetap ada kerumunan.
"Kemudian kita buka pelayanan melalui online dengan pendaftar maksimal 150 orang. Tetap ramai juga. Ya akhirnya kita tutup pelayanan selama sekitar sebulan," ungkapnya. (Baca juga: WHO Pastikan Vaksin COVID-19 Buatan AstraZeneca dan Moderna Kandidat Terdepan )
Yana optimistis target pendapatan uji KIR bisa terpenuhi hingga akhir tahun meski Covid-19 masih mewabah. Caranya, kata dia, dengan menambah jam kerja pegawai Dishub Kabupaten Bekasi.
"Ya sekarang tinggal ditambah jam kerjanya atau lembur. Kemudian, KIR ini kan seperti utang ya. Jadi kendaraan angkutan tetap akan uji KIR. Karena kalau tidak diperpanjang, bisa kena tilang," tegasnya.
"Kemudian kita buka pelayanan melalui online dengan pendaftar maksimal 150 orang. Tetap ramai juga. Ya akhirnya kita tutup pelayanan selama sekitar sebulan," ungkapnya. (Baca juga: WHO Pastikan Vaksin COVID-19 Buatan AstraZeneca dan Moderna Kandidat Terdepan )
Yana optimistis target pendapatan uji KIR bisa terpenuhi hingga akhir tahun meski Covid-19 masih mewabah. Caranya, kata dia, dengan menambah jam kerja pegawai Dishub Kabupaten Bekasi.
"Ya sekarang tinggal ditambah jam kerjanya atau lembur. Kemudian, KIR ini kan seperti utang ya. Jadi kendaraan angkutan tetap akan uji KIR. Karena kalau tidak diperpanjang, bisa kena tilang," tegasnya.
(mhd)
Lihat Juga :