Kisruh PPDB, Wali Murid Minta Surat Keterangan Domisili Dihapus

Selasa, 30 Juni 2020 - 10:58 WIB
loading...
Kisruh PPDB, Wali Murid...
Ratusan wali murid mendatangi Balai Kota Surabaya, mereka mengeluhkan kisruh Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Surabaya. Foto/iNews TV/Hari Tambayong
A A A
SURABAYA - Kesal dengan perosoalan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Ratusan wali murid di Kota Surabaya, beramai-ramai mendatangi Balai Kota Surabaya, menuntut bertemu langsung Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

(Baca juga: Ajaib 35 Ibu Hamil Positif COVID-19 Bayinya Dilahirkan Negatif )

Kekesalan walu murid ini semakin memuncak, setelah sebelumnya mereka yang mendatangi Kantor Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Surabaya, tidak ditemui oleh Kepala Dindik Kota Surabaya.

Mereka mengeluhkan PPDB dengan sistem zonasi karena adanya surat keterangan domisili yang dianggap rancu. Para wali murid menuntut penghapusan syarat surat keterangan domisili karena anak-anak yang dekat dengan sekolah menjadi tersingkir.

Salah satu orang tua murid, Bagus mengatakan, merasa aneh dengan PPDB zonasi kali ini, karena rumahnya dekat dengan sekolah, namun anaknya tidak bisa diterima di SMP tersebut. "Kami minta agar Dindik Kota Surabaya memakai acuan jarak PPDB zonasi menggunakan kartu keluarga, bukan surat keterangan domisili," tegasnya.

(Baca juga: 7 RS Rujukan di Sidoarjo Tidak Menerima Pasien COVID-19 )

Kepala BPB Linmas Kota Surabaya, Irvan Widyanto yang menemui para wali murid tersebut, menyatakan akan menyampaikan aspirasi para wali murid ke Dindik Kota Surabaya. "Salah satu aspirasinya adalah penghaspusan syarat surat keterangan domisili, memaksimalkan pagu yang ada, serta memberikan solusi untuk warga yang jauh dari sekolah negeri," terangnya.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tahap I Diumumkan, Ini...
Tahap I Diumumkan, Ini Aturan Jalur Zonasi PPDB Jabar 2024
Begini Aturan Zonasi...
Begini Aturan Zonasi di PPDB Jabar 2024, Persiapan Daftar Tahap 2
60 Anak di Tulungagung...
60 Anak di Tulungagung Belum Dapat Bangku SMA, RPA Perindo: Pendidikan Hak Semua Anak Indonesia
RPA Perindo Minta Sistem...
RPA Perindo Minta Sistem Zonasi Dalam PPDB Dievaluasi
Prihatin Anak Kesulitan...
Prihatin Anak Kesulitan Masuk SMA Negeri di Tulungagung, Ini yang Dilakukan RPA Perindo
Jawab Persoalan Sistem...
Jawab Persoalan Sistem Zonasi PPDB, Ganjar Bangun Sekolah Vokasi di 17 Kecamatan
Ditolak karena Zonasi,...
Ditolak karena Zonasi, Orang Tua Calon Siswa Ukur Jarak Rumah dengan Sekolah | Sindo Today
3 Perbedaan PPDB Zonasi...
3 Perbedaan PPDB Zonasi dengan SPMB Domisili di Penerimaan Siswa Baru 2025
PPDB Resmi Diganti Jadi...
PPDB Resmi Diganti Jadi SPMB, Mendikdasmen: Bukan Sekedar Nama Baru
Rekomendasi
Daftar Nama 19 Calon...
Daftar Nama 19 Calon Hakim Agung dan 4 Hakim Ad Hoc Lolos Seleksi Kesehatan dan Kepribadian
Catcrs Bangun Ekosistem...
Catcrs Bangun Ekosistem Layanan Aset Kripto yang Komprehensif, Ini yang Dilakukan
Memanfaatkan Limbah...
Memanfaatkan Limbah Kelapa Sawit Jadi Produk UMKM
Berita Terkini
Hadapi El Nino dan Kemarau,...
Hadapi El Nino dan Kemarau, Prabowo Instruksikan BMKG Perkuat OMC-Pengisian Waduk
Kebakaran di Dekat Pasar...
Kebakaran di Dekat Pasar Kebayoran Lama, 185 Personel Damkar Dikerahkan
UMKM Perkebunan Naik...
UMKM Perkebunan Naik Kelas, BPDP Buka Jalan Menuju Pasar Global
Sikap Menko Polkam soal...
Sikap Menko Polkam soal Penindakan Vape Narkoba Didukung APVI dan PPEI
Demo Kantor Setwapres,...
Demo Kantor Setwapres, Emak-emak Tuntut Gibran Tunjukkan Ijazah SMA
Kemenhut Jerat Tersangka...
Kemenhut Jerat Tersangka Korporasi dalam Kasus Perambahan Hutan Lindung Tanjung Piayu
Infografis
26 Miliarder Gagal Cegah...
26 Miliarder Gagal Cegah Zohran Mamdani Jadi Wali Kota Muslim New York
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved