6 Polisi di Madina Terluka saat Kericuhan Pembagian Bansos
Selasa, 30 Juni 2020 - 09:10 WIB
loading...
A
A
A
"Mereka terkena lemparan batu dari pengunjukrasa yang melakukan aksi demo dengan memblokir jalan," tukas Tatan.
Tatan sebelumnya mengatakan, aksi demo blokir jalan berujung ricuh ini merupakan buntut dari pembagian bantuan sosial tunai di desa tersebut yang diduga tidak transparan. Para pengunjukrasa juga menuding kepala desa mereka juga tidak transparan dalam pengelolaan dana desa sejak tahun 2018 lalu.
Atas dua hal tersebut, mereka melakukan aksi unjuk rasa dengan tuntutan meminta kepada Bupati Madina untuk segera memberhentikan sang kepala desa, serta meminta polisi mengusut kasus penyaluran dana bantuan sosial serta dana desa tersebut. (BACA JUGA: Bawa Ngebut Motor Curian, Pelaku Curanmor Tewas Menabrak Pohon)
Dalam aksinya, massa aksi melakukan blokade jalan. Mereka juga tak dapat mengendalikan emosi, hingga akhirnya berbuat anarkis membakar kenderaan dan menyerang petugas Polisi dan TNI yang bersiaga di lokasi unjukrasa tersebut.
"Sampai saat ini kita masih dalam upaya membubarkan massa. Perwakilan pemerintah, tokoh masyarakat dan tokoh ada serta ulama sudah juga dilibatkan untuk menyelesaikan persoalan tersebut," tandas Tatan.
Tatan sebelumnya mengatakan, aksi demo blokir jalan berujung ricuh ini merupakan buntut dari pembagian bantuan sosial tunai di desa tersebut yang diduga tidak transparan. Para pengunjukrasa juga menuding kepala desa mereka juga tidak transparan dalam pengelolaan dana desa sejak tahun 2018 lalu.
Atas dua hal tersebut, mereka melakukan aksi unjuk rasa dengan tuntutan meminta kepada Bupati Madina untuk segera memberhentikan sang kepala desa, serta meminta polisi mengusut kasus penyaluran dana bantuan sosial serta dana desa tersebut. (BACA JUGA: Bawa Ngebut Motor Curian, Pelaku Curanmor Tewas Menabrak Pohon)
Dalam aksinya, massa aksi melakukan blokade jalan. Mereka juga tak dapat mengendalikan emosi, hingga akhirnya berbuat anarkis membakar kenderaan dan menyerang petugas Polisi dan TNI yang bersiaga di lokasi unjukrasa tersebut.
"Sampai saat ini kita masih dalam upaya membubarkan massa. Perwakilan pemerintah, tokoh masyarakat dan tokoh ada serta ulama sudah juga dilibatkan untuk menyelesaikan persoalan tersebut," tandas Tatan.
(vit)
Lihat Juga :