Robot Rosita dari UMP Bantu Perawat Layani Pasien COVID-19
Selasa, 30 Juni 2020 - 09:03 WIB
loading...
A
A
A
Robot dengan tinggi 130 cm dan mampu membawa beban hingga 30 kg ini cara pengoperasiannya dikendalikan dengan menggunakan remote control jarak jauh. Remote control dengan perangkat joystick ini akan terhubung dengan master control robot berbasis aplikasi web.
Aplikasi ini mendukung komunikasi audio video dua arah antara tenaga medis dengan pasien COVID-19. Sehingga pasien tidak hanya melihat perawat namun juga bisa berkomunikasi melalui Rosita ini. Rosita dijalankan dengan menggunakan daya baterai yang bisa di isi ulang. Untuk menjalankan rosita selama 3 jam butuh waktu pengecasan baterai selama 2 jam.
"Sering kita mendengar para medis terpapar COVID-19 dan kita berinovasi untuk membuat robot yang kita namai Rosita. Robot ini bisa membantu pengukur suhu, selain menyemprotkan disinfektan dan bisa vortual komunikasi yang dkontrol oleh perawat dan bisa membantu jalan karena ada alat kontrol untuk tidak menabrak inilah yang mendasar sehingga kami punya inovasi seperti ini," kata Dekan Fakultas Teknis dan Sains UMP, Teguh Marhendi.
Pada tahap awal, Rosita akan diproduksi satu unit sebagai prototype yang akan diuji cobakan di Rumah Sakit PKU Muhammadyah Gombong, Kebumen. Teguh menjelaskan, untuk membuat robot Rosita dibutuhkan biaya sekitar Rp30 juta. Selanjutnya setelah uji coba akan diproduksi massal sesuai kebutuhan rumah sakit rujukan COVID-19 di sekitar UMP.
Aplikasi ini mendukung komunikasi audio video dua arah antara tenaga medis dengan pasien COVID-19. Sehingga pasien tidak hanya melihat perawat namun juga bisa berkomunikasi melalui Rosita ini. Rosita dijalankan dengan menggunakan daya baterai yang bisa di isi ulang. Untuk menjalankan rosita selama 3 jam butuh waktu pengecasan baterai selama 2 jam.
"Sering kita mendengar para medis terpapar COVID-19 dan kita berinovasi untuk membuat robot yang kita namai Rosita. Robot ini bisa membantu pengukur suhu, selain menyemprotkan disinfektan dan bisa vortual komunikasi yang dkontrol oleh perawat dan bisa membantu jalan karena ada alat kontrol untuk tidak menabrak inilah yang mendasar sehingga kami punya inovasi seperti ini," kata Dekan Fakultas Teknis dan Sains UMP, Teguh Marhendi.
Pada tahap awal, Rosita akan diproduksi satu unit sebagai prototype yang akan diuji cobakan di Rumah Sakit PKU Muhammadyah Gombong, Kebumen. Teguh menjelaskan, untuk membuat robot Rosita dibutuhkan biaya sekitar Rp30 juta. Selanjutnya setelah uji coba akan diproduksi massal sesuai kebutuhan rumah sakit rujukan COVID-19 di sekitar UMP.
(shf)
Lihat Juga :