Era New Normal, Sektor Jasa Konstruksi Diharapkan Bisa Bangkit
Senin, 29 Juni 2020 - 21:59 WIB
loading...
A
A
A
Karena itu, ARFI berharap, protokol kesehatan dalam pelaksanaan new normal di sektor jasa konstruksi ini nantinya dibakukan agar industri dapat segera bangkit. Selain itu, dalam protokol baru itu ARFI juga berharap peran pemerintah untuk memberikan dukungan kepada industri dalam negeri agar mendapat kesempatan terlibat dalam pembangunan yang ada untuk mengejar ketertinggalan mereka pada semester kedua 2020 saat ini yang hanya menyisakan waktu 6 bulan lagi. (BACA JUGA: Pelindo 1 Salurkan Rp2,4 Miliar untuk Mitra Binaan)
Ketua ARFI, Stephanus Koeswandi menjelaskan, selama pandemi, demand atau permintaan produk baja ringan dan atap baja menurun drastis. Kondisi ini tentunya diharapkan tidak sampai terganggu dengan masuknya produk baja ringan dari luar negeri.
Untuk itu pemerintah diharapkan dapat membantu melindungi pengusaha nasional dengan memberi ruang lebih luas melalui proyek-proyek pembangunan yang sebelumnya sempat terhenti dan akan digerakkan kembali saat new normal diberlakukan.
“Kalau protokol kesehatan dari gugus tugas covid yang sudah diberlakukan sudah sangat baik. Tapi tentu saat ini kejadiannya bukan hanya masalah kesehatan saja. Tapi kami di industri baja ringan juga mengalami demand shock. Karena itu kami harap kalau bisa swasta atau perusahaan-perusahan nasional yang tergabung di ARFI ini bisa ikut berperan serta dalam proyek-proyek pemulihan,” urainya.
Ketua ARFI, Stephanus Koeswandi menjelaskan, selama pandemi, demand atau permintaan produk baja ringan dan atap baja menurun drastis. Kondisi ini tentunya diharapkan tidak sampai terganggu dengan masuknya produk baja ringan dari luar negeri.
Untuk itu pemerintah diharapkan dapat membantu melindungi pengusaha nasional dengan memberi ruang lebih luas melalui proyek-proyek pembangunan yang sebelumnya sempat terhenti dan akan digerakkan kembali saat new normal diberlakukan.
“Kalau protokol kesehatan dari gugus tugas covid yang sudah diberlakukan sudah sangat baik. Tapi tentu saat ini kejadiannya bukan hanya masalah kesehatan saja. Tapi kami di industri baja ringan juga mengalami demand shock. Karena itu kami harap kalau bisa swasta atau perusahaan-perusahan nasional yang tergabung di ARFI ini bisa ikut berperan serta dalam proyek-proyek pemulihan,” urainya.
(vit)
Lihat Juga :