Putus Mata Rantai Stunting Lewat Program Komunitas Isi Piringku
Rabu, 10 Agustus 2022 - 16:30 WIB
loading...
A
A
A
Sementara, data dari Studi Status Gizi Indonesia mencatat, angka stunting di Jawa Timur 23,5% selama 2021. Sedangkan di Kabupaten Magetan angka stunting berdasarkan SSGI tahun 2021 di poin 17,2%, Kabupaten Tulungagung 13,1%, Kabupaten Blitar 14,5% dan Kota Pasuruan 22,1%.
![Putus Mata Rantai Stunting Lewat Program Komunitas Isi Piringku]()
Demo membuat bakso ikan, salah satu elemen Isi Piringku oleh Tim PKK Kota Pasuruan.
Salah satu cara untuk menanggulanginya adalah melakukan monitoring kesehatan dan perkembangan balita melalui Komunitas Ibu dan PKK, yang merupakan program Usaha Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM).
Kegiatan ini dilakukan oleh dan untuk masyarakat. Peran Komunitas Ibu dan PKK di tengah masyarakat sangatlah besar. Banyak program yang diperuntukkan bagi pasangan usia subur, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak.
Arumi Emil Dardak menyampaikan apresiasi dan terima kasih untuk pemangku kepentingan yang terlibat. “Peluncuran hari ini untuk 4 kabupaten dan kota, harapan saya 34 daerah yang lain bisa mengikuti program yang sama," kata Arumi.
“Saat ini dengan kemajuan teknologi, semua informasi bisa diakses dan dipelajari. Karena selama ini selain faktor ekonomi, stunting juga bisa terjadi karena faktor ketidaktahuan atau keterbatasan informasi. Edukasi semacam ini ditambah intervensi gizi yang masif akan bisa efektif menjadi bagian aksi pencegahan stunting," tambahnya.

Demo membuat bakso ikan, salah satu elemen Isi Piringku oleh Tim PKK Kota Pasuruan.
Salah satu cara untuk menanggulanginya adalah melakukan monitoring kesehatan dan perkembangan balita melalui Komunitas Ibu dan PKK, yang merupakan program Usaha Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM).
Kegiatan ini dilakukan oleh dan untuk masyarakat. Peran Komunitas Ibu dan PKK di tengah masyarakat sangatlah besar. Banyak program yang diperuntukkan bagi pasangan usia subur, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak.
Arumi Emil Dardak menyampaikan apresiasi dan terima kasih untuk pemangku kepentingan yang terlibat. “Peluncuran hari ini untuk 4 kabupaten dan kota, harapan saya 34 daerah yang lain bisa mengikuti program yang sama," kata Arumi.
“Saat ini dengan kemajuan teknologi, semua informasi bisa diakses dan dipelajari. Karena selama ini selain faktor ekonomi, stunting juga bisa terjadi karena faktor ketidaktahuan atau keterbatasan informasi. Edukasi semacam ini ditambah intervensi gizi yang masif akan bisa efektif menjadi bagian aksi pencegahan stunting," tambahnya.
Lihat Juga :