Polisi Sebut Pembunuh Bocah SD di Deliserdang Pernah Dirawat di Rumah Sakit Jiwa

Rabu, 10 Agustus 2022 - 13:32 WIB
loading...
Polisi Sebut Pembunuh Bocah SD di Deliserdang Pernah Dirawat di Rumah Sakit Jiwa
Kompol Chandra Yudha (istimewa)
A A A
DELISERDANG - Polisi menyebut tersangka pelaku pembunuhan terhadap seorang siswa SD Yayasan Baiti Jannati pada Selasa (9/8/2022) memiliki riwayat gangguan jiwa. Tersangka yang disebut bernama Rahmat (32) yang juga merupakan paman korban, pernah dirawat di rumah sakit jiwa.

"Iya, tersangka punya riwayat gangguan jiwa dan pernah dirawat di rumah sakit jiwa," kata Kompol Yudha, Rabu (10/8/2022). Baca juga: Polisi Gelar Rekonstruksi, Begini Alur Pembunuhan Gadis Open BO di Hotel Senen



Meski memiliki riwayat gangguan jiwa, namun Yudha mengaku pihaknya akan memeriksa lagi kondisi kejiwaan tersangka jika nantinya tertangkap. "Pasti, akan kita cek lagi. Apakah memang masih sakit atau kondisi lainnya," katanya.

Saat ini Yudha mengaku pihaknya masih mengejar tersangka. Polisi telah menyebar personel untuk menemukan tersangka. "Nanti kalau tersangka sudah ditangkap baru kita tahu motifnya. Ini kita fokus mengejar tersangka dulu," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang siswa SD berinisial SRB (10) tewas dibunuh saat mengikuti pelajaran di sekolahnya di Yayasan Baiti Jannati, Jalan Murai, Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Deliserdang, Sumatera Utara pada Selasa (9/8/2022) pagi.

Pelaku pembunuhan itu diduga adalah paman korban bernama Rahmat (32). Dia datang ke sekolah dan masuk ke kelas korban serta langsung menikam korban. Peristiwa penikaman itu terjadi sekitar pukul 7:30 WIB. Sehabis apel, korban bersama anak-anak lainnya masuk kelas dan mulai belajar membaca surat-surat pendek dari Alquran.

Tiba-tiba pelaku masuk ke kelas dan langsung menikam perut korban. Korban langsung ambruk sementara pelaku melarikan diri. Baca juga: Suka Mengamuk dan Diikat, Penderita Gangguan Jiwa Tewas Benturkan Kepala ke Lantai

Sejumlah guru dan pengurus yayasan di sekolah itu sudah berusaha menolong korban dengan membawa korban ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Namun setibanya di rumah sakti, korban dinyatakan meninggal dunia. Dia meninggal akibat luka tikaman di perut yang mengenai jantungnya.
(don)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1760 seconds (11.252#12.26)