alexametrics

Jaga Eksistensi Lingkungan, PJB Pilih Inovasi Co-Firing di 2 PLTU

loading...
Jaga Eksistensi Lingkungan, PJB Pilih Inovasi Co-Firing di 2 PLTU
PT PJB melakukan inovasi co-firing di dua PLTU untuk menjaga eksistensi lingkungan. Foto/Ist.
A+ A-
SURABAYA - Perkembangan dunia bisnis ketenagalistrikan berkembang semakin pesat. Pengelolaan pembangkit juga berjalan lebih beragam, mulai dari peningkatan kinerja pembangkit, biaya pokok produksi yang lebih kompetitif, sampai inovasi untuk menjaga keberadaan lingkungan tetap terjaga.

(Baca juga: Pelaku Penabrak Mapolres OKI di Bawah Pengaruh Narkoba)

PT Pembangkit Jawa Bali (PJB) pun melakukan inovasi co-firing yang sedang hangat diperbincangkan di dunia energi. Sebagai pionir dalam mengimplementasi co-firing di Indonesia, PT PJB Kembali mengujicoba co-firing PLTU Anggrek, Gorontalo pada tanggal 11 Juni 2020 serta PLTU Tenayan, Pekanbaru dan pada 20-21 Juni 2020.



Direktur Utama PT PJB Iwan Agung menuturkan, Co-firing PLTU merupakan sebuah teknologi substitusi batubara dengan bahan bakar energi terbarukan pada rasio tertentu dengan tetap memperhatikan kualitas bahan bakar sesuai kebutuhan.

Pada PLTU Anggrek, digunakan wood chip sebagai campuran bahan bakar batu bara. Wood chip dinilai memiliki kalor yang cukup sebagai bahan bakar pendamping. "Berasal dari kayu lamtoro, wood chip yang diujicobakan pada PLTU Anggrek mencapai 5 ton wood chip," kata Iwan, Senin (29/6/2020).

(Baca juga: Bapak Bejat, 6 Tahun Cabuli Anak Kandungnya Sendiri)

Ia melanjutkan, uji coba yang dilaksanakan pada PLTU Tenayan menggunakan campuran sawdust brown fiber sebesar 1 persen dan dioperasikan selama delapan jam. Dari uji coba yang dilakukan, didapatkan hasil pengunaan biomassa sawdust brown fiber yang lebih efisien daripada penggunaan biomassa sebelumnya yang menggunakan cangkang kelapa sawit. "Sisi operasional juga berjalan dengan lancer dan tanpa hambatan," jelasnya.

PLTU Tenayan menjadi PLTU pertama di Indonesia yang diujicobakan menggunakan 2 jenis biomassa yang berbeda. Sebelumnya, PLTU Tenayan yang memiliki kapasitas 2 x 110 MW ini pernah mengujibacobakan co-firing menggunakan biomassa cangkang kelapa sawit pada 27- 31 Januari 2020.

(Baca juga: Pecah Pembuluh Darahnya, Buruh Bangunan di Medan Tewas)

"Kami optimis, sebagai pionir dalam co-firing, PT PJB dapat dengan sukses mengimplementasikan co-firing di seluruh PLTU di Indonesia agar bumi nusantara dapat lebih terjaga dan lingkungan lebih hijau," jelasnya.

Optimisme dalam membawa co-firing di seluruh PLTU di Indonesia patut diapresiasi mengingat ini adalah langkah nyata di dunia energi ketenegalistrikan untuk tetap berkomitmen menjaga lingkungan tetap asri. Selain itu, co-firing juga menjadi jawaban untuk menggapai target Bauran Energi Nasional untuk EBT 23% pada tahun 2025.
(eyt)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak