Jaga Eksistensi Lingkungan, PJB Pilih Inovasi Co-Firing di 2 PLTU
Senin, 29 Juni 2020 - 17:36 WIB
loading...
PT PJB melakukan inovasi co-firing di dua PLTU untuk menjaga eksistensi lingkungan. Foto/Ist.
A
A
A
SURABAYA - Perkembangan dunia bisnis ketenagalistrikan berkembang semakin pesat. Pengelolaan pembangkit juga berjalan lebih beragam, mulai dari peningkatan kinerja pembangkit, biaya pokok produksi yang lebih kompetitif, sampai inovasi untuk menjaga keberadaan lingkungan tetap terjaga.
(Baca juga: Pelaku Penabrak Mapolres OKI di Bawah Pengaruh Narkoba )
PT Pembangkit Jawa Bali (PJB) pun melakukan inovasi co-firing yang sedang hangat diperbincangkan di dunia energi. Sebagai pionir dalam mengimplementasi co-firing di Indonesia, PT PJB Kembali mengujicoba co-firing PLTU Anggrek, Gorontalo pada tanggal 11 Juni 2020 serta PLTU Tenayan, Pekanbaru dan pada 20-21 Juni 2020.
Direktur Utama PT PJB Iwan Agung menuturkan, Co-firing PLTU merupakan sebuah teknologi substitusi batubara dengan bahan bakar energi terbarukan pada rasio tertentu dengan tetap memperhatikan kualitas bahan bakar sesuai kebutuhan.
Pada PLTU Anggrek, digunakan wood chip sebagai campuran bahan bakar batu bara. Wood chip dinilai memiliki kalor yang cukup sebagai bahan bakar pendamping. "Berasal dari kayu lamtoro, wood chip yang diujicobakan pada PLTU Anggrek mencapai 5 ton wood chip," kata Iwan, Senin (29/6/2020).
(Baca juga: Bapak Bejat, 6 Tahun Cabuli Anak Kandungnya Sendiri )
Ia melanjutkan, uji coba yang dilaksanakan pada PLTU Tenayan menggunakan campuran sawdust brown fiber sebesar 1 persen dan dioperasikan selama delapan jam. Dari uji coba yang dilakukan, didapatkan hasil pengunaan biomassa sawdust brown fiber yang lebih efisien daripada penggunaan biomassa sebelumnya yang menggunakan cangkang kelapa sawit. "Sisi operasional juga berjalan dengan lancer dan tanpa hambatan," jelasnya.
(Baca juga: Pelaku Penabrak Mapolres OKI di Bawah Pengaruh Narkoba )
PT Pembangkit Jawa Bali (PJB) pun melakukan inovasi co-firing yang sedang hangat diperbincangkan di dunia energi. Sebagai pionir dalam mengimplementasi co-firing di Indonesia, PT PJB Kembali mengujicoba co-firing PLTU Anggrek, Gorontalo pada tanggal 11 Juni 2020 serta PLTU Tenayan, Pekanbaru dan pada 20-21 Juni 2020.
Direktur Utama PT PJB Iwan Agung menuturkan, Co-firing PLTU merupakan sebuah teknologi substitusi batubara dengan bahan bakar energi terbarukan pada rasio tertentu dengan tetap memperhatikan kualitas bahan bakar sesuai kebutuhan.
Pada PLTU Anggrek, digunakan wood chip sebagai campuran bahan bakar batu bara. Wood chip dinilai memiliki kalor yang cukup sebagai bahan bakar pendamping. "Berasal dari kayu lamtoro, wood chip yang diujicobakan pada PLTU Anggrek mencapai 5 ton wood chip," kata Iwan, Senin (29/6/2020).
(Baca juga: Bapak Bejat, 6 Tahun Cabuli Anak Kandungnya Sendiri )
Ia melanjutkan, uji coba yang dilaksanakan pada PLTU Tenayan menggunakan campuran sawdust brown fiber sebesar 1 persen dan dioperasikan selama delapan jam. Dari uji coba yang dilakukan, didapatkan hasil pengunaan biomassa sawdust brown fiber yang lebih efisien daripada penggunaan biomassa sebelumnya yang menggunakan cangkang kelapa sawit. "Sisi operasional juga berjalan dengan lancer dan tanpa hambatan," jelasnya.
Lihat Juga :