Legenda Selat Sunda yang Terbentuk dari Air Kendi Pusaka Prabu Rakata
Selasa, 09 Agustus 2022 - 05:01 WIB
loading...
A
A
A
Wilayah ke arah timur diberikan kepasa Raden Sundana. Sedangkan Raden Tapabaruna mendapat wilayah kekuasaan ke arah barat. Kedua kakak beradik itu pun menerima keputusan ayah mereka, Prabu Rakata. Setelah pembagian itu, sang ayah merasa lega karena tugasnya selesai.
Selanjutnya, Prabu Rakata mengisi sisa hidupnya dengan bertapa. Ia menyepi di tempat-tempat hening, jauh dari keramaian.
Tak ada perbekalan yang dibawa, selain hanya membawa sebuah kendi atau guci pusaka. Bertahun-tahun ia bertapa di gunung yang sepi.
Namun, suatu waktu keheningannya terusik langkah kaki yang mendekatinya. Ternyata yang mendekati dia adalah seorang abdi kerajaan. Bukan kabar baik yang dibawa abdi kerajaan tapi kabar duka. Sebab tengah berlangsung peperangan saudara, antara kedua anaknya.
Raden Sundana telah menyerang kerajaan adiknya, yaitu Raden Tapabaruna. Pemicunya, Raden Sundana tidak puas dengan keputusan yang diberikan ayahandanya. Tentu Prabu Rakata terkejut mendengar berita itu. Ia pun kembali dengan penuh amarah.
Mengetahui ayah mereka datang, kedua putranya segera menghentikan peperangan. Di hadapan kedua putranya, Prabu Rakata tampak sangat marah. Namun, untuk mencegah terjadi lagi peperangan, ia melakukan sesuatu untuk kedua putranya.
Selanjutnya, Prabu Rakata mengisi sisa hidupnya dengan bertapa. Ia menyepi di tempat-tempat hening, jauh dari keramaian.
Tak ada perbekalan yang dibawa, selain hanya membawa sebuah kendi atau guci pusaka. Bertahun-tahun ia bertapa di gunung yang sepi.
Namun, suatu waktu keheningannya terusik langkah kaki yang mendekatinya. Ternyata yang mendekati dia adalah seorang abdi kerajaan. Bukan kabar baik yang dibawa abdi kerajaan tapi kabar duka. Sebab tengah berlangsung peperangan saudara, antara kedua anaknya.
Raden Sundana telah menyerang kerajaan adiknya, yaitu Raden Tapabaruna. Pemicunya, Raden Sundana tidak puas dengan keputusan yang diberikan ayahandanya. Tentu Prabu Rakata terkejut mendengar berita itu. Ia pun kembali dengan penuh amarah.
Mengetahui ayah mereka datang, kedua putranya segera menghentikan peperangan. Di hadapan kedua putranya, Prabu Rakata tampak sangat marah. Namun, untuk mencegah terjadi lagi peperangan, ia melakukan sesuatu untuk kedua putranya.
Lihat Juga :