96 Persen Bisnis Gagal dalam 10 Tahun, Ini Penjelasannya
Senin, 29 Juni 2020 - 16:55 WIB
loading...
A
A
A
“Jika Anda memiliki 4 gejala ini maka artinya Anda terjebak dalam tangga jebakan 1 menuju entrepreneur sejati. Anda harus memperbaiki bisnis Anda,” ucap Coach Yohanes.
Kemudian Tangga 2 adalah Business Manager. Ini merupakan tangga jebakan kedua dimana pemilik bisnis bekerja in the business karena sudah berani merekrut mahal untuk karyawan yang levelnya lebih tinggi. Seperti supervisor atau manager, namun ternyata kinerja karyawan dengan level tinggi ini tidak bagus dan tetap harus didorong dahulu untuk bekerja, tidak memiliki inisiatif sendiri.
"Supervisor atau manager juga tidak bisa diajak bertukar pikiran untuk membuat strategi bisnis agar bisnis bisa makin lebih maju," kata Yohanes.
Padahal, kata dia, seharusnya dengan memiliki karyawan yang levelnya lebih tinggi akan lebih memudahkan untuk bertukar pikiran, membangun sistem di bisnis, mengembangkan strategi baru.
Coach Yohanes yang juga merupakan Founder dan Master Coach di GRATYO®® World’s Leading Practical Business Coaching, sebuah perusahaan business coaching yang jasanya berbeda dari perusahaan Business Consultant, memberikan 3 gejala pemilik bisnis terjebak di tangga jebakan 2.
Yakni, pemilik bisnis semakin jarang memiliki waktu bersama keluarga, pemilik bisnis mengerjakan seluruh pekerjaan karena supervisor, manager yang direkrut tidak bekerja bagus, dan pemilik bisnis tidak memiliki waktu untuk liburan.
Kemudian Tangga 3 adalah Business Owner. Seorang entrepreneur sejati berada pada tangga ketiga ini, ibarat seorang kapten kapal, dimana posisinya adalah di atas kapal dan melihat hal-hal yang strategis.
Kemudian Tangga 2 adalah Business Manager. Ini merupakan tangga jebakan kedua dimana pemilik bisnis bekerja in the business karena sudah berani merekrut mahal untuk karyawan yang levelnya lebih tinggi. Seperti supervisor atau manager, namun ternyata kinerja karyawan dengan level tinggi ini tidak bagus dan tetap harus didorong dahulu untuk bekerja, tidak memiliki inisiatif sendiri.
"Supervisor atau manager juga tidak bisa diajak bertukar pikiran untuk membuat strategi bisnis agar bisnis bisa makin lebih maju," kata Yohanes.
Padahal, kata dia, seharusnya dengan memiliki karyawan yang levelnya lebih tinggi akan lebih memudahkan untuk bertukar pikiran, membangun sistem di bisnis, mengembangkan strategi baru.
Coach Yohanes yang juga merupakan Founder dan Master Coach di GRATYO®® World’s Leading Practical Business Coaching, sebuah perusahaan business coaching yang jasanya berbeda dari perusahaan Business Consultant, memberikan 3 gejala pemilik bisnis terjebak di tangga jebakan 2.
Yakni, pemilik bisnis semakin jarang memiliki waktu bersama keluarga, pemilik bisnis mengerjakan seluruh pekerjaan karena supervisor, manager yang direkrut tidak bekerja bagus, dan pemilik bisnis tidak memiliki waktu untuk liburan.
Kemudian Tangga 3 adalah Business Owner. Seorang entrepreneur sejati berada pada tangga ketiga ini, ibarat seorang kapten kapal, dimana posisinya adalah di atas kapal dan melihat hal-hal yang strategis.