Anggap Ganggu Kesehatan, Warga Minta Pabrik Aspal di Pana Berhenti Operasi
Senin, 29 Juni 2020 - 16:36 WIB
loading...
A
A
A
Massa juga meminta Dinas Lingkungan Hidup mengevaluasi seluruh pabrik di Enrekang yang merugikan masyarakat sekitar, termasuk mendesak aparat menyelidiki dugaan pelanggaran PT Gangking Raya.
Pihak PT Gangking Raya melalui pimpinan cabangnya di Pana, Arna memberikan respons atas tuntutan GA-PLH. Menurut Arna, pihaknya siap memperbaiki corong asap dan membuangan limbah maksimal tiga bulan. Tetap beroperasi dengan meminimalisir dampak terhadap masyarakat, serta berjanji akan memperpanjang izin yang telah kadaluarsa.
Baca juga: Senpi Diduga Peninggalan Pasukan Kahar Muzakkar Ditemukan di Gunung Lakawan
"Tentunya ini hasil mediasi kami atas jawaban dari aksi dari pemerhati lingkungan ini," beber Arna.
Meski begitu, GA-PLH mengaku akan tetap meminta respons masyarakat yang tinggal di sekitar pabrik setiap minggunya. GA-PLH akan mengevaluasi kinerja PT Gangking Raya. Jika tak ada perubahan, GA-PLH mengancam memboikot pabrik aspal yang terletak di perbatasan Enrekang-Toraja ini.
Pihak PT Gangking Raya melalui pimpinan cabangnya di Pana, Arna memberikan respons atas tuntutan GA-PLH. Menurut Arna, pihaknya siap memperbaiki corong asap dan membuangan limbah maksimal tiga bulan. Tetap beroperasi dengan meminimalisir dampak terhadap masyarakat, serta berjanji akan memperpanjang izin yang telah kadaluarsa.
Baca juga: Senpi Diduga Peninggalan Pasukan Kahar Muzakkar Ditemukan di Gunung Lakawan
"Tentunya ini hasil mediasi kami atas jawaban dari aksi dari pemerhati lingkungan ini," beber Arna.
Meski begitu, GA-PLH mengaku akan tetap meminta respons masyarakat yang tinggal di sekitar pabrik setiap minggunya. GA-PLH akan mengevaluasi kinerja PT Gangking Raya. Jika tak ada perubahan, GA-PLH mengancam memboikot pabrik aspal yang terletak di perbatasan Enrekang-Toraja ini.
(luq)
Lihat Juga :