Pra Event Indonesia Bertutur 2022 Berakhir di Rotterdam
Minggu, 07 Agustus 2022 - 15:34 WIB
loading...
A
A
A
Usai kegiatan temu seni ini, lanjut Melati, pihaknya bakal fokus untuk mempersiapkan pertunjukan pada pagelaran Festival Mega Event Indonesia Bertutur 2022.
Kegiatan ini merupakan bagian dari perhelatan akbar Pertemuan Menteri-Menteri Kebudayaan G20 (G20 Ministerial Meeting on Culture) yang akan dilaksanakan di Kawasan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah pada 7-11 September mendatang.
"Di sana akan ditampilkan berbagai pertunjukan, mulai dari seni kontemporer, tari, teater, festival tari outdoor, bazar, animasi louyang, dan lain-lain," beber alumni University of Fine Arts Braunschweig (HBK), Jerman ini.
Baca Juga: Latisya Arwa Jossi Meraih Juara I Tingkat Nasional Lomba Bertutur
Sebagai program penutup, juga akan dilakukan ruwatan bumi. Salah satu tradisi yang sudah tidak asing lagi di Indonesia. Tradisi ini dimaknai sebagai manifestasi rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala yang telah diperoleh dari hasil bumi.
Sebanyak 140 orang akan bergabung dalam ruwatan bumi nanti. Khusus dari Sulawesi Selatan sendiri, lanjut Melati, pihaknya akan memboyong beberapa orang yang mewakili sejumlah tradisi.
Mereka yakni, maestro gendang Sulsel Daeng Serang, Puang Matoa Bissu Nani, Puang Matoa Bissu Ancu, serta dua orang dari Takalar yang mewakili tradisi royong.
"Ruwatan bumi ini program penutup yang diciptakan 10 perempuan, ada koreografer, artistik direktur, videografer, ahli aroma, dan lainnya yang bergabung menciptakan peristiwa sakral untuk penyembuhan bumi," jelas Melati.
Kegiatan ini merupakan bagian dari perhelatan akbar Pertemuan Menteri-Menteri Kebudayaan G20 (G20 Ministerial Meeting on Culture) yang akan dilaksanakan di Kawasan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah pada 7-11 September mendatang.
"Di sana akan ditampilkan berbagai pertunjukan, mulai dari seni kontemporer, tari, teater, festival tari outdoor, bazar, animasi louyang, dan lain-lain," beber alumni University of Fine Arts Braunschweig (HBK), Jerman ini.
Baca Juga: Latisya Arwa Jossi Meraih Juara I Tingkat Nasional Lomba Bertutur
Sebagai program penutup, juga akan dilakukan ruwatan bumi. Salah satu tradisi yang sudah tidak asing lagi di Indonesia. Tradisi ini dimaknai sebagai manifestasi rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala yang telah diperoleh dari hasil bumi.
Sebanyak 140 orang akan bergabung dalam ruwatan bumi nanti. Khusus dari Sulawesi Selatan sendiri, lanjut Melati, pihaknya akan memboyong beberapa orang yang mewakili sejumlah tradisi.
Mereka yakni, maestro gendang Sulsel Daeng Serang, Puang Matoa Bissu Nani, Puang Matoa Bissu Ancu, serta dua orang dari Takalar yang mewakili tradisi royong.
"Ruwatan bumi ini program penutup yang diciptakan 10 perempuan, ada koreografer, artistik direktur, videografer, ahli aroma, dan lainnya yang bergabung menciptakan peristiwa sakral untuk penyembuhan bumi," jelas Melati.
Lihat Juga :