Penampakan Rumah Kelahiran Mohammad Natsir, Pahlawan Nasional asal Solok

Sabtu, 06 Agustus 2022 - 16:38 WIB
loading...
Penampakan Rumah Kelahiran...
Rumah kelahiran pahlawan nasional Mohammad Natsir di pinggir jembatan berukir, dekat pasar tradisional Alahan Panjang, Solok, Sumatera Barat. Foto/Antara/Laila Syafarud
A A A
SOLOK - Pahlawan nasional Mohammad Natsir atau yang sering disebut Buya M Natsir lahir di sebuah rumah sederhana di pinggir jembatan berukir, dekat pasar tradisional Alahan Panjang, Lembah Gumanti, Solok, Sumatera Barat.

Rumah kelahiran tokoh kemerdekaan itu didominasi warna kuning yang cukup mencolok.

Baca juga: Mengenang 71 Tahun Mosi Integral Natsir Memperkokoh NKRI

"Di rumah inilah Bapak Mohammad Natsir dilahirkan. Tepatnya pada tanggal 17 Juli 1908 dari pasangan Bapak Idris Sutan Saripado dengan istrinya Khadijah," kata cucu sahabat orang tua Buya M Natsir, sekaligus pemilik rumah kelahiran pahlawan nasional itu Tuti Murniati (69) di Alahan Panjang, Jumat (5/8/2022).

Tuti menjelaskan berdasarkan cerita dari neneknya yang bernama Siti Zahara, diketahui kakeknya bernama Kamal Sutan Rajo Ameh berteman baik dengan orang tua Buya M Natsir yang sebelumnya berasal dari Bukittinggi.

"Mereka sama-sama sebagai pedagang, yakni berdagang rempah-rempah seperti cengkeh, pala, dan lainnya yang dijual ke daerah Bukittinggi, Payakumbuh, dan Painan," ungkapnya.

Suatu ketika orang tua dari Buya M Natsir menyampaikan suatu pesan bahwa dia dan istrinya ingin pindah ke Alahan Panjang Karena tidak betah tinggal di Bukittinggi akibat penganiayaan yang dilakukan oleh penjajah Belanda.

"Kakek kami pun menyambut baik kedatangan beliau dan istrinya, karena anak kakek banyak yang hidup di rantau. Mereka pun tinggal bersama di rumah ini," katanya.

Setelah beberapa tahun pasangan suami istri itu tinggal di Alahan Panjang, lahirlah anak mereka yang diberi nama Mohammad Natsir, tepatnya pada tanggal 17 Juli 1908 di rumah sederhana itu.

Seiring berjalannya waktu, ketika umur M Natsir sekitar lima sampai enam tahun, Nagari Alahan Panjang dinyatakan dalam keadaan genting atau darurat. Pemerintah setempat mengumumkan agar masyarakat segera meninggalkan rumah untuk pergi menyelamatkan diri ke bukit-bukit.

"Karena terdapat kabar bahwa penjajah Belanda akan melakukan serangan bom di Nagari Alahan Panjang," katanya.

Semenjak kejadian itu, maka berpisahlah keluarga Idris (orang tua Buya M Natsir) dan keluarga Kamal (kakek Tuti). Keluarga Idris kembali ke kampung halaman mereka di Maninja.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
Pangeran Sambernyawa...
Pangeran Sambernyawa Pimpin Pasukannya dengan Semboyan Tiji Tibeh, Bikin Belanda Kocar-kacir
Sosok Mayor Madmuin...
Sosok Mayor Madmuin Hasibuan, Pimpin TKR Laoet Bertempur Melawan Tentara Sekutu
Di Depan Pusara Pahlawan...
Di Depan Pusara Pahlawan M.H. Thamrin, Pramono Serukan Persatuan Orang Betawi
Jejak Terakhir Pangeran...
Jejak Terakhir Pangeran Diponegoro di Tanah Jawa, Tinggal selama 26 Hari di Jakarta
Gus Ipul Dukung Usulan...
Gus Ipul Dukung Usulan Sutan Takdir Alisjahbana Jadi Pahlawan: Pejuang Bahasa Indonesia
Berjasa Besar bagi Bahasa...
Berjasa Besar bagi Bahasa dan Budaya, Sutan Takdir Alisjahbana Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Ditegur Delegasi Belanda...
Ditegur Delegasi Belanda karena Merokok saat KMB, Jawaban Agus Salim Ini Membuat Mereka Terdiam
Rekomendasi
Ducati Tidak Tertarik...
Ducati Tidak Tertarik dengan Reli Dakar, Ini Alasannya
Kisah Paredes Dicuekin...
Kisah Paredes Dicuekin Messi Sampai 3 Bulan Gara-gara Liga Champions
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Gol Spektakuler Warnai Kemenangan Singapura atas Kamboja
Berita Terkini
Suami Istri Pemilik...
Suami Istri Pemilik Hanania Travel Ditetapkan Jadi Tersangka Penipuan Jemaah Umrah
Wali Kota Semarang:...
Wali Kota Semarang: Butuh Komitmen Bersama dalam Pemberantasan Korupsi
Kasus Debt Collector...
Kasus Debt Collector dan Nasabah Digerebek di Purworejo Berakhir Damai
Tidar Jakarta Barat...
Tidar Jakarta Barat Yakin Sudaryono Mampu Perkuat Tata Kelola Program MBG
Ketua HMI Merauke: PSN...
Ketua HMI Merauke: PSN Harus Tingkatkan Pendidikan dan Kesejahteraan Orang Asli Papua
Polisi Sudah Periksa...
Polisi Sudah Periksa 10 Saksi di Kasus Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan oleh Hotman Paris
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved